VIDEO:Memanfaatkan Sampah Plastik, Ini yang Dilakukan Sahabat Lingkungan Tana Toraja
Pasalnya, dalam setiap kegiatan yang dihelat baik itu Rambu Tuka' dan Rambu Solo' dominan membutuhkan dan memerlukan banyak bahan yang terbuat dari pl
Penulis: Tommy Paseru | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE--Tahun 2019 volume limbah plastik di Kabupaten Tana Toraja mengalami peningkatan, Jumat (19/7/2019).
Hal itu diungkapakan oleh pemerhati lingkungan asal Lemo, Tana Toraja, Yuliana Bubun Rantetau.
Daihatsu Tawarkan Berbagai Proma di GIIAS 2019
Lengkap Daftar Promo Ditawarkan Mitsubishi di GIIAS 2019, Gratis Voucher Belanja Senilai Rp 5 Juta
Jelang Kasal Cup Tim Dayung Lantamal VI Latihan di Laut
Jelang Kasal Cup Tim Dayung Lantamal VI Latihan di Laut
Foto Nikita Mirzani Ini Buat Netizen Malah Perhatikan Benda Dibelakang Anaknya,Biar Nyinyir Ternyata
Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar di Kabupaten Tana Toraja menjadi faktor penyebab meningkatnya limbah plastik.
Yulina menyebutkan, kegiatan Rambu Tuka' (syukuran) dan Rambu Solo' (kematian) salah satu sumber terbesar munculnya limbah plastik.
Pasalnya, dalam setiap kegiatan yang dihelat baik itu Rambu Tuka' dan Rambu Solo' dominan membutuhkan dan memerlukan banyak bahan yang terbuat dari plastik.
"Tanpa masyarakat sadari, kebutuhan dalam setiap kegiatan dominan menggunakan bahan dari plastik seperti air mineral," ucapnya.
Tak hanya itu, wanita yang akrab disapa Yuliana ini juga menyayangkan atas tindakan sejumlah masyarakat Tana Toraja yang masih saja membuang sampah ke Salu (Sungai) Sa'dan.
"Salu Sa'dan merupakan penyangga air di Sulawesi Selatan, kalau sampah di buang ke sungai akan terbawa ke laut bahkan akan berdampak ke sektor pertanian," tegasnya.
Di Tana Toraja, lanjutnya, sampah hanya sekedar pengumpulan dan pengangkutan."Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin hari, sampah kian menumpuk," ucap Yuliana Bubun.
Oleh karna itu, melalui inovasi yang diberi nama Sahabat Lingkungan, Yuliana mendirikan tempat pengelolaan sampah limbah plastik yang bertujuan untuk mengelola limbah plastik menjadi bahan daur ulang.
Sahabat Lingkungan merupakan tempat pengelolaan sampah (khusus sampah plastik) dimana sampah plastik yang dikumpulkan dicaca kemudian dikemas untuk selanjutnya dipasarkan.
Tak hanya itu, melalui program Sahabat Lingkungan, Yulina dapat memberikan edukasi terhadap masyarakat.
"Kami juga mengedukasi masyarakat umum, kelompok-kelompok masyarakat dan juga anak sekolah untuk tidak membuang dan membakar limbah plastik agar dapat di daur ulang kembali," ungkapnya.
Di tempat pengelolaannya Yuliana bersinergi bersama tujuh orang karyawan. Sahabat Lingkungan juga menerimah dan membeli limbah sampah palstik.
Yuliana berharap, baik itu Pemda Tana Toraja, pelaku usaha (penjual limbah plastik) dan masyarakat umum dapat terlibat dalam mengelolah sampah.
Sahabat Lingkungan berlokasi di Jalan Bandara Pongtiku, Batu Papan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). (*)
Laporan Wartawan : TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: