DP: Pemkot Tak Berhak Batalkan F8, Bilang Saja Kalau Tak Sanggup Bikin!

Event tahunan yang sedianya akan digelar September mendatang, dibatalkan lantaran anggaran sebesar Rp 3,8 Miliar

DP: Pemkot Tak Berhak Batalkan F8, Bilang Saja Kalau Tak Sanggup Bikin!
fahrizal/tribun-timur.com
Wali Kota Makassar periode 2014-2019 yang juga penggagas F8, Moh Ramdhan Pomanto menggelar diskusi terkait pembatalan F8, di rumahnya, Jl Amirullah, Makassar, Kamis (18/7/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar memutuskanmembatalkan pelaksanaan Makassar International Eight Festival atau lebih dikenal dengan nama F8.

Event tahunan yang sedianya akan digelar September mendatang, dibatalkan lantaran anggaran sebesar Rp 3,8 Miliar akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

Wali Kota Makassar periode 2014-2019 yang juga penggagas F8, Moh Ramdhan Pomanto mengaku kecewa dengan keputusan pembatalan tersebut.

"Saya cukup kecewa dengan ini, karena F8 bukanlah event biasa, tapi sudah menjadi bagian event internasional Indonesia," kata Danny, sapaan akrabnya pada diskusi yang dia gelar di rumahnya, Jl Amirullah, Makassar, Kamis (18/7/2019).

Diskusi ini dihadiri anggota DPRD Makassar, kurator F8, dan para pelaku industri dan kesenian yang dalam tiga tahun terakhir terlibat pelaksanaan F8.

Danny mengatakan, F8 yang sudah masuk event top Indonesia tidaklah gampang diraih.

"Banyak event atau festival di Sulsel masuk 100 saja tidak, sementara F8 sudah 10 besar. Artinya festival ini sudah diakui secara internasional, apalagi nasional," kata dia.

"Menteri saja mengakui hingga orang asing, masa kita di lokal tidak. Negara-negara asing yang sudah tiga kali ikut bahkan sudah mempersiapkan untuk ikut lagi, begitu berwibawanya F8," tambahnya.

Menurut Danny, F8 sudah menjadi budaya siri' Makassar.

"Saya sedikit kecewa ke pemkot karena adanya kata pembatalan. Mestinya tak ada hak pemkot membatalkan itu, bilang saja tak sanggup bikin acaranya, tak apa, masih banyak kok yang bisa bikin," kata dia.

Lanjut Danny, membangun infrastruktur tak masalah dan ia dukung, tetapi ketika membatalkan F8 yang juga sudah dibahas panjang termasuk di DPR, adalah sebuah kekeliruan. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved