Pengamat Sayangkan Kelalaian Grab Jamin Kesejahteraan Mitra

Mitra driver Grab yang tergabung dalam Driver Berbasis Online se-Sumut (DBOSS) merasa ditipu oleh PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI).

Pengamat Sayangkan Kelalaian Grab Jamin Kesejahteraan Mitra
screen twitter
Ilustrasi Grab 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mitra driver Grab yang tergabung dalam Driver Berbasis Online se-Sumut (DBOSS) merasa ditipu oleh PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI).

Mereka menuntut anak usaha dari perusahaan transportasi berbasis aplikasi asal Malaysia itu mengembalikan uang muka yang sudah dibayarkan.

Dewan Penasehat DBOSS, Joko Pitiyo mengatakan tuntutan itu dilayangkan karena Grab dan TPI tak memberikan kejelasan perihal kelanjutan program kepemilikan mobil, walaupun para driver telah melakukan pembayaran cicilan setiap pekannya.

Baca: FOTO: GrabCar Resmi Beroprasi di Bandara International Sultan Hasanuddin

Baca: VIDEO: Suasana Peluncuran GrabCar Airport di Bandara Sultan Hasanuddin

Baca: GrabCar Resmi Hadir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

“Jadi tiap minggu kami bayar itu jatuhnya cicilan. Kalau orderan sudah susah begini, kayak mana kami mau bayar cicilan. Jadi kami minta balikin uang DP kami, dan kami akan kembalikan mobil," kata Joko.

Waktu penandatanganan perjanjian, mereka juga melakukan pada sore hari, diburu-buru sehingga dia tak sempat baca dengan tuntas.

"Tapi, katanya tiga minggu akan dikasih fotocopy perjanjian itu, tapi sampai delapan bulan pun nggak ada. Akhirnya kemarin kami datangi mereka,” jelasnya.

Menurut Joko, pihak Grab dan PT TPI tidak mengamini permintaan mereka, sehingga Joko bersama DBOSS membawa kasus tersebut ke DPRD untuk difasilitasi.

Dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar di DPRD Sumut tersebut, muncul dugaan bahwa Grab dan PT TPI telah melakukan penipuan masif kepada driver.

Dugaan penipuan tersebut diketahui adanya perbedaan yang terjadi, antara iklan melalui brosur dibagikan kepada driver dengan kenyataannya di lapangan.

Selain itu, Grab dan PT TPI juga terbukti telah melakukan diskriminasi terhadap sesama mitra driver dengan adanya orderan prioritas.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved