Mengabdi Sejak Tahun 80-an di Asrama Haji Sudiang, Haji Ambo: Kuncinya Ikhlas

Bagaimana tidak, walau umurnya tidak lagi muda itu tetapi dia masih setia, mengabdi dan memberi ilmu manasik Haji ke ribuan Jamaah Calon Haji (JCH)

Mengabdi Sejak Tahun 80-an di Asrama Haji Sudiang, Haji Ambo: Kuncinya Ikhlas
darul/tribun-timur.com
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Sudiang, Embarkasi Makassar, KH. Awal Wahid (73). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengabdian KH. Awal Wahid atau disapa Haji Ambo (73) sebagai petugas PPPIH di Asrama Haji Sudiang, patut diapresiasi.

Bagaimana tidak, walau umurnya tidak lagi muda itu tetapi dia masih setia, mengabdi dan memberi ilmu manasik Haji ke ribuan Jamaah Calon Haji (JCH) di Asrama Haji.

"Kuncinya orang bekerja itu cinta dengan pelerjaannya dan iklas, dua kunci itu saja," kata Haji Ambo kepada tribun di Asrama Haji Sudiang, Sabtu (13/7/2019) petang.

Mahasiswa KKN UNM Seminar Desa Diversifikasi Olahan Ikan Laut di Barru

Sabtu Bersih, Iqbal Bersepeda ke TPA Manggala

Haji Ambo mengaku sudah mengabdi dan bekerja sebagai petugas PPIH Makassar di Asrama Haji Sudiang, sejak diawal tahun pelaksanaa Haji, sekitar tahun 1980-an.

Sejak saat itu sampai sekarang, Haji Ambo ditunjuk dandipercayakan untuk memberi pembekalan terakhir atau manasik kepada JCH di Asrama Haji, Embarkasi Makassar.

"Saya jadi petugas haji dari tahun delapan puluhan, tugas tidak pernah berubah, beri pembekalan terakhir ke jamaah sebelum mereka berangkat haji," jelas Haji Ambo.

Sebagai petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Haji Ambo bertanggungjawab memberikan pembekalan manasik haji untuk 40 kloter.

Mahasiswa KKN UNM Seminar Desa Diversifikasi Olahan Ikan Laut di Barru

Sabtu Bersih, Iqbal Bersepeda ke TPA Manggala

Kata Haji Ambo, sehari harus dia berikan pembekalan untuk dua sampai tiga kloter. Setiap kloter, dia harus beri pembekalan tiga jam, paling cepat dua jam setengah.

"Jadi setiap hari saya kerjanya berteriak pakai toa (megaphone) selama lima atau tujuh jam, habis suaraku. Saya nikmati dan hormati ini pekerjaan saya," ujarnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved