Fokus Kualitas Layanan ke Konsumen, Gojek Pilihan Utama Milenial
Pengamat Ekonomi Sumatra Utara Gunawan Benyamin, menilai persaingan promo tersebut bukan menjadi kompetisi yang sehat.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Persaingan tarif antara Grab, dan Gojek, masih berlangsung.
Merujuk data Alvara Strategy Insight, yang melakukan survey tentang ‘Perilaku dan Preferensi Konsumen Millenial Indonesia terhadap Aplikasi e-commerce 2019’ Grab lebih menawarkan harga yang lebih murah, dengan banyak penawaran promo tarif, ketimbang Gojek.
Baca: KEPOIN ZODIAK Sabtu 13 Juli 2019: Libra Kontrol Emosi, Scorpio Cuek & Leo Dapat Penghargaan
Baca: BERITA FOTO; Jersey PSM Laris di Boot Store Official PSM Makassar Mari
Pengamat Ekonomi Sumatra Utara Gunawan Benyamin, menilai persaingan promo tersebut bukan menjadi kompetisi yang sehat.
Menurut dia, terlalu banyak promo bisa mengurangi kualitas layanan konsumen, dan bahkan dapat menimbulkan kerugian diberbagai pihak termasuk mitra driver perusahaan.
"Unggul dalam hal promo itu memang syarat dengan menguntungkan konsumen, dan cenderung merugikan banyak pihak. Termasuk pihak yang banyak memberikan promo tersebut," katanya dalam siarab pers Gojek, Sabtu (13/7/2019).
Promo tersebut membuat driver ojek online asal negara tetangga Malaysia itu, ditinggalkan oleh mitranya.
Alasannya karena kesejahteraan dan keamanan dalam bekerja.
Dia juga menyinggung soal survey Alvira, salah satu lembaga yang menyatakan bahwa promo tersebut menguntungkan konsumen.
Akan tetapi perlu diketahui, survey tersebut harus dilihat secara komprehensif. Artinya, persaingan ojek online tidak hanya sebatas perang tarif.
"Aspek penting lainnya seperti isu keselamatan, dan bentuk inovasi lainnya juga diperhatikan," katanya.
Dari survey tersebut bisa dilihat, strategi keselamatan, inovasi, dan lainnya itu terbukti efektif.
Dia juga tidak menampik dari persaingan secara komprehensif, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek justru lebih unggul.
Terutama saat membandingkan keunggulan beberapa model layanan lain seperti, layanan antar makanan seperti Gofood, dan alat pembayaran Gopay.
"Dari hasil riset lembaga survey yang menunjukkan bahwa Ojek Online beserta layanannya Go-Food dan Go-Pay, adalah yang paling banyak digunakan millennial dibandingkan pesaingnya. Bahkan, di antara pengguna yang menggunakan kedua aplikasi, Gojek juga lebih andal," katanya.
Customer dan mitra driver disarankan lebih baik menggunakan aplikasi asli dari Indonesia tersebut, selain demi keamanan dan kenyamanannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/puluhan-driver-grab-bike-yang-tergabung-dalam-solidaritas.jpg)