Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aktivis IMM Pertanyakan Hasil 'Tradisi' Studi Banding Bareng Legislator Bulukumba ke Jakarta

Dalam aksi tersebut, mereka meminta legislator DPRD Bulukumba, untuk menjelaskan hasil perjalanan dinasnya ke Jakarta, belum lama ini.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Syamsul Bahri
Firki/Tribun Timur
Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba, berunjuk rasa di Kantor DPRD Bulukumba, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba, berunjuk rasa di Kantor DPRD Bulukumba, Kamis (11/7/2019).

Dalam aksi tersebut, mereka meminta legislator DPRD Bulukumba untuk menjelaskan hasil perjalanan dinasnya ke Jakarta, belum lama ini.

Timpora Minta Pertanggungjawaban Perusahaan AMJ Soal TKA Ilegal

Rizal Ramli Diam-diam Sering Kirim Pesan WhatsApp ke Jokowi, Padahal Pendukung Prabowo, Apa Isinya?

Pasalnya, anggaran perjalanan dinas tersebut, menelan anggaran sebesar Rp299 juta.

Jika dibagi dengan jumlah anggota dewan yang ikut, yakni sebanyak 20 orang, maka satu anggota dewan dianggarkan sebesar kurang lebih Rp14 juta.

Menurut para demonstran, anggaran tersebut terbilang cukup besar. Jika tak ada hasil yang jelas, maka hanya buang-buang anggaran.

"20 orang anggota dewan yang ke Jakarta. Apa hasilnya, semua hasil konsultasi mereka tidak ada yang kita ketahui, apa perjalanan dinas ini hanya kebohongan belaka?," tanya seorang aktivis, Sunarti, di ruangan aspirasi DPRD Bulukumba.

Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Sunarti, lantaran dirinya dan masyarakat Bulukumba, tak tahu apa hasil dari konsultasi DPRD Bulukumba tersebut.

Legislator Gerindra, Muhammad Bakti, yang menerima aksi unjukrasa itu menjelaskan, bahwa keberangkatan anggota DPRD ke Jakarta telah diatur oleh Sekertariat DPRD.

Awalnya, konsultasi hanya diagendakan di Biro Keuangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Namun, karena banyak polemik yang terjadi bersamaan di Bulukumba saat itu, seperti rumput stadion dan juga pemilihan anggota BPD, membuat DPRD Bulukumba mengambil tindakan.

Awalnya, kata Bakti, beberapa rekan sempat menolak, hanya saja Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki, meminta untuk dilakukan sekaligus, agar menghemat anggaran.

"Rp299 juta sebenarnya itu sedikit. Kita berangkat kesana 25 orang, termasuk beberapa pegawai. Sekali perjalanan, kita langsung kunjungi tiga lokasi sekaligus," jelas Bakti.

Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba, berunjuk rasa di Kantor DPRD Bulukumba, Kamis (11/7/2019).
Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba, berunjuk rasa di Kantor DPRD Bulukumba, Kamis (11/7/2019). (Firki/Tribun Timur)

Hal tersebut, kata Bakti lebih baik jika dibandikan dengan agenda ulang alias tiga kali keberangkatan.

"Kita anggap ini lebih baik. Satu kali berangkat kita langsung datangi tiga lokasi. Satu kali tiga lebih baik dari pada tiga kali satu. Selain lama, lebih banyak anggaran yang digunakan," jelas Bakti menambahkan.

Tradisi ramai-ramai anggota DPRD Bulukumba ini ke Jakarta atau ke Pulau Jawa dan bali bukan kali ini saja. 10 tahun sebelumnya juga lazim digelar. Dan hampir setiap studi banding bereng disoal aktivis. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved