Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Berikut Profil Hanung Bramantyo, Sutradara Film Bumi Manusia
Bramantyo telah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya adalah dengan Yanesthi Hardini, dengan siapa ia memiliki satu anak.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Trailer film layar lebar Bumi Manusia trending di Youtube.
Sejak dirilis, Jumat, (5/7/2019), video ini sudah ditonton lebih dari 2 juta kali di Youtube.
Dilansir dari Tribunnews film Bumi Manusia, yang merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer, merupakan satu di antara film yang paling dinanti-nantikan di tahun 2019.
Hal itu diketahui dari respon masyarakat setelah trailernya dirilis baru-baru ini.
Respon positif ini membuat sutradara Hanung Bramantyo senang sekaligus terkesan.
Ia juga berterima kasih karena Falcon Pictures telah mengajak Iqbaal Ramadhan dan Mawar de Jongh membintangi film yang disuradarainya itu.
Seperti diketahui Iqbaal Ramadhan memerankan karakter Minke. Sedangkan Mawar sebagai Annelies.
”Dengan hadirnya Mawar dan Iqbaal, kini kalangan milenial jadi tahu Pramoedya Ananta Toer dan bisa menikmati karyanya. Karena, bagi saya membuat film Bumi Manusia adalah sebuah pengabdian,” kata Hanung Bramantyo.
Hal senada juga disampaikan oleh pemeran Annelies, Mawar De Jongh.
”Senang banget melihat antusias dari teman-teman semua yang sudah mendukung film Bumi Manusia,” ujar lawan main Iqbaal ini.
Selain Iqbaal dan Mawar, film yang tayang serentak di seluruh bioskop di Inodonesia pada tanggal 15 Agustus 2019 ini, juga diperankan oleh Sha Ine Febriyanti, Ayu Laksmi, Donny Damara, Bryan Domani, Jerome, dan Giordino Abraham.
Hanung Bramantyo
Dilansir dari wikipedia.org Setiawan Hanung Bramantyo atau lebih dikenal sebagai Hanung Bramantyo, adalah seorang sutradara Indonesia yang dikenal karena film-filmnya mulai dari romansa remaja hingga drama keagamaan.
Setelah menjadi tertarik pada teater sebagai seorang anak, Bramantyo membuat debut sutradara dengan film pendek 1998 Tlutur.
Dia membuat debut panjang fitur-nya pada tahun 2004, dengan Brownies.
Setelah membuat beberapa film komersial, ia mengarahkan roman religius 2008 Ayat-Ayat Cinta, yang merupakan kesuksesan komersial dan kritis.
Sejak itu ia telah menyutradarai beberapa film lagi dengan tema-tema keagamaan, serta dua yang berhubungan dengan olahraga.
Karya-karya Bramantyo telah dicatat mencakup berbagai genre dan ideologi politik, dengan sebagian besar karya awalnya adalah roman remaja sedangkan karya-karyanya yang lebih baru adalah drama keagamaan.
Dia juga melihat kontroversi karena penggambarannya tentang Islam.
Namun, film-filmnya telah menerima banyak penghargaan, termasuk dua Penghargaan Citra untuk Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia.
Masa muda
Bramantyo lahir di Yogyakarta, pada 1 Oktober 1975 dari Salim Purnomo dan istrinya Mulyani.
Ia adalah anak tertua dari lima bersaudara.
Dia bersekolah di sekolah-sekolah yang dikelola Muhammadiyah di sana.
Saat di sekolah dasar, ia menjadi tertarik pada teater; di tahun-tahun sekolah menengahnya, ia menampilkan sindiran Samuel Beckett, Waiting for Godot dengan pasukannya.
Setelah keluar dari program ekonomi Universitas Islam Indonesia, Bramantyo belajar di Institut Pendidikan dan Pengajaran Yogyakarta (IKIP Yogyakarta).
Kemudaian ia pindah ke Jakarta, dan melanjutkan belajar di Institut Seni Jakarta.
Karier
Bramantyo merilis film pendek pertamanya, Tlutur, pada tahun 1998.
Dimulai dengan Brownies tahun 2004, film komersial pertama Bramantyo adalah drama romantis dan remaja.
Film yang dirilis selama periode ini termasuk Catatan Akhir Sekolah (Catatan dari Akhir Sekolah; 2005), Jomblo (Tunggal; 2005), film horor Lentera Merah (Red Lantern; 2006), Kamulah Satu-Satunya (Anda Adalah Satu-Satunya dan Satu-Satunya) ; 2007), Legenda Sundel Bolong (Legenda Sundel Bolong; 2007), dan Get Married (2007).
Pada tahun 2008, Bramantyo mengarahkan roman Islam, Ayat-Ayat Cinta, berdasarkan novel dengan nama yang sama oleh Habiburrahman El Shirazy.
Film ini, dilihat oleh 1,5 juta dalam 9 hari pertama, telah dikreditkan dengan memulai gelombang film bertema Islam lainnya.
Film-film bertema Islam lainnya yang telah ia sutradarai termasuk Perempuan Berkalung Sorban 2009 (Gadis Dengan Keffiyeh di Lehernya) dan Sang Pencerah (Pencerahan) 2010, biopik pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan.
Pada 2011, Bramantyo merilis film ? yang mengikuti tiga keluarga dari berbagai latar belakang agama dan membawa pesan pluralis.
Belakangan tahun itu, ia merilis dua film olahraga: sepak bola bertema Tendangan dari Langit (A Kick from Heaven), dan Pengejar Angin (The Wind Chaser), sebuah film yang disponsori oleh pemerintah Sumatera Selatan dimaksudkan untuk mempromosikan Asian Games 2011 Tenggara.
Pada November 2011, ia sedang mengerjakan adaptasi film dari novel Perahu Kertas (Paper Boat) karya Dewi Lestari.
Tema
Karya-karya awal Bramantyo adalah komedi romantis.
Film-filmnya yang lebih baru telah dicatat sebagai berurusan dengan peran agama di dunia modern.
Dalam sebuah wawancara dengan Jakarta Globe, Bramantyo menyatakan bahwa ia lebih suka dikenal sebagai sutradara yang "berjuang melawan kebodohan dan kebodohan", dan tidak merasa bahwa ia adalah pembuat film religius.
Terkenal karena karyanya dengan aktor Nicolas Cage di banyak film.
Evi Mariani dari The Jakarta Post mencatat bahwa film-film Bramantyo telah berada di kedua sisi spektrum politik, dengan film-film sayap kanannya lebih sukses secara komersial.
Bramantyo sendiri mengatakan bahwa dia "tertarik" dengan ideologi kiri.
Pada tahun 2006, The Jakarta Post melaporkan bahwa ia sedang mengerjakan naskah berdasarkan cerita pendek Umar Kayam Bawuk, yang membahas tentang cinta antara seorang wanita Jawa dan suami kirinya.
Kontroversi
Beberapa film Bramantyo telah menimbulkan kontroversi tentang bagaimana mereka berurusan dengan agama.
Ayat-Ayat Cinta menerima kritik karena salah satu karakter utama, Maria, bertobat dari agama Kristen ke Islam.
Perempuan Berkalung Sorban dikritik oleh ulama Muslim, sementara pencalonan Sang Pencerah untuk film terbaik di Festival Film Indonesia juga menimbulkan kontroversi, didiskualifikasi karena tidak memenuhi kriteria tanpa komentar lebih lanjut.
Film ? menerima kritik dari beberapa kelompok agama, termasuk Front Pembela Islam (Front Pembela Islam), Majelis Ulama Indonesia dan Banser (bagian dari Nahdlatul Ulama) karena tema-tema pluralisme dan penggambaran terorisme.
Penghargaan
Bramantyo telah memenangkan banyak penghargaan. Debut penyutradaraannya, Tlutur, memenangkan hadiah pertama di Festival Film Alternatif Dewan Kesenian Jakarta.
Gelas-gelas Berdenting (Tinkling Glass) memenangkan hadiah ketiga untuk program televisi di Festival Film Internasional Kairo ke-11.
Dia juga telah memenangkan beberapa Penghargaan Citra dari Festival Film Indonesia. Brownies memenangkan Piala Citra untuk Sutradara Terbaik pada tahun 2005, dengan Get Married melakukan hal yang sama pada tahun 2007.
Kehidupan pribadi
Bramantyo telah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya adalah dengan Yanesthi Hardini, dengan siapa ia memiliki satu anak.
Pasangan ini bercerai pada awal 2009.
Dia kemudian menikahi aktris Indonesia Zaskia Adya Mecca pada 14 September 2009.
Bersama-sama mereka memiliki satu tiga anak. Sybil, Kala, dan Kaba.
Biodata
Nama lengkap: Setiawan Hanung Bramantyo
Panggilan: Hanung Bramantyo
Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 1 Oktober 1975
Kebangsaan: Indonesia
Tahun aktif: 1998 - sekarang
Istri: Zaskia Adya Mecca
Instagram: @hanungbramantyo
Film fitur dan televisi
- Topeng Kekasih (The Lover's Mask; 2000)
- Gelas-Gelas Berdenting (Tinkling Glass; 2001)
- Kidung (Song)
- Brownies (2004)
- Catatan Akhir Sekolah (Notes from the End of School; 2005)
- Sayekti dan Hanafi (Sayekti and Hanafi; 2005)
- Jomblo (Single; 2005)
- Lentera Merah (Red Lantern; 2006)
- Kamulah Satu-Satunya (You Are the One and Only; 2007)
- Legenda Sundel Bolong (Legend of Sundel Bolong; 2007)
- Get Married (2007)
- Ayat-Ayat Cinta (The Verses of Love; 2008)
- Doa yang Mengancam (Threatening Prayer; 2008)
- Perempuan Berkalung Sorban (Woman with a Turban; 2009)
- Get Married 2 (2009)
- Menebus Impian (Make Dreams Real; 2010)
- Sang Pencerah (The Enlightener; 2010)
- ? (2011)
- Tendangan dari Langit (A Kick from Heaven; 2011)
- Pengejar Angin (The Wind Chaser; 2011)
- Perahu Kertas ("Paper Boat"; 2012)
- Perahu Kertas 2 ("Paper Boat 2"; 2012)
- Soekarno: Indonesia Merdeka;
- Surga Yang Tak Dirindukan 2
- Bumi Manusia
Film pendek
Tlutur (1998)
When... (2003)
JK (2009)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Trailer Film Bumi Manusia Jadi Trending di Youtube, https://www.tribunnews.com/seleb/2019/07/07/trailer-film-bumi-manusia-jadi-trending-di-youtube.
Sumber foto: Tribunnews
Attachments area
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hanung-bramantyo.jpg)