Oknum Polisi Bekingi Tambang Ilegal Maros? HPPMI Desak Polda Usut

Seperti sejumlah aktivitas tambang di Kecamatan Mandai, Tanralili, Tompobulu, dan Moncongloe.

Oknum Polisi Bekingi Tambang Ilegal Maros? HPPMI Desak Polda Usut
HPPMI
Diduga ada oknum polisi bekingi tambang ilegal di Maros, HPPMI berdemo di Mapolda Sulsel, Senin (8/7/2019) 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros, Arialdi Kamal, mengatakan sejumlah aktivitas tambang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga ilegal.

Seperti sejumlah aktivitas tambang di Kecamatan Mandai, Tanralili, Tompobulu, dan Moncongloe.

Parahnya, kata Arialdi Kamal, sejumlah aktivitas tambang ilegal itu, diduga dibekingi oleh oknum anggota kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Arialdi, usai berunjukrasa di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan KM 16, Kota Makassar.

"Menurut pengakuan masyarakat, ada oknum polisi yang membekingi aktivitas tambang liar di Maros," kata Arialdi Kamal, kepada tribun-maros.com, Senin (8/7/2019).

BEM FK Unibos Gelar Sirkumsisi di SD Inpres 48 Padang Lampe Barru

Tambang Ilegal Marak di Maros, HPPMI Desak Polda Sulsel Lakukan Penertiban

Trinity dan Alvy Syahri Motivasi Mahasiswa HI Unibos

Makanya, kata dia, pihaknya mendesak Polda Sulsel menindaklanjuti dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian tersebut.

Bukan hanya itu, HPPMI Maros juga meminta Polda Sulsel dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, turun melakukan sidak ke lokasi tambang di Maros.

"Kami minta Polda Sulsel menutup seluruh aktivitas tambang liar di Maros. Khususnya di Kecamatan Moncongloe, Mandai, Tompobulu, dan Tanralili," ujarnya.

BEM FK Unibos Gelar Sirkumsisi di SD Inpres 48 Padang Lampe Barru

Tambang Ilegal Marak di Maros, HPPMI Desak Polda Sulsel Lakukan Penertiban

Trinity dan Alvy Syahri Motivasi Mahasiswa HI Unibos

Sekadar diketahui, sejumlah aktivitas tambang di Maros, memang kerap kali diprotes warga dan pemerhati lingkungan.

Selain dituding ilegal, aktivitas tambang tersebut disinyalir kerap menyebabkan kecelakaan, akibat ulah oknum sopir pengangkut tambang yang ugal-ugalan.

Teranyar, tambang galian C milik anggota DPRD Maros, Amirullah Nur, juga dihentikan sementara akibat protes warga. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Amiruddin
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved