Pemkab Toraja Utara Minta Lahan Milik Pemprov Sulsel untuk Dijadikan Kuburan

Aset lahan Pemprov Sulsel dimaksud berada di Buntu Asa, Kelurahan Batan, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara.

Pemkab Toraja Utara Minta Lahan Milik Pemprov Sulsel untuk Dijadikan Kuburan
risnawati/tribuntoraja.com
Rombongan Pemprov Sulsel saat mengunjungi lahan Pemprov Sulsel yang diajukan permohonan hibah Pemkab Toraja di Buntu Asa, Kelurahan Batan, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Kamis (27/6/2019) lalu. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mengajukan permohonan hibah lahan milik Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel).

Aset lahan Pemprov Sulsel dimaksud berada di Buntu Asa, Kelurahan Batan, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara.

Lahan seluas kurang lebih tujuh hektar itu dikelola Dinas Pertanian Pemprov Sulsel.

Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang mengajukan permohonan tersebut saat rapat koordinasi permohonan hibah aset lahan bersama Asisten Administrasi Umum Setda Pemprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina bersama rombongannya di ruang kerja Wabup Toraja Utara pada Kamis (27/6/2019) lalu.

Menurut Wabup Yosia Rinto Kadang, langkah hibah aset lahan Pemprov Sulsel sangat penting, untuk mengatasi keterbatasan lahan Pemkab Toraja Utara yang tidak hanya berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan namun juga kepentingan penyusunan perda RDTR dan RTRW.

"Saya ucapkan terima kasih atas kunjungan dan fasilitasi dari Pemprov Sulsel terkait perencanaan hibah lahan dan kami selaku Pemkab Toraja Utara akan menindaklanjuti dan memasukkan perencanaan ke dalam RDTR dan RTRW yang sementara disusun," tutur Yosia dalam rilisnya, Kamis (04/7/2019) sore.

Kunjungan Kerja (Kunker) Tautoto Tana Ranggina adalah salah satu proses teknis memverifikasi permohonan hibah aset lahan pemprov Sulsel yang diajukan Pemkab Toraja Utara.

Termasuk menggelar pembahasan dan klarifikasi, terkait peruntukan dan kepentingan strategis Pemkab Toraja Utara dan Pemprov Sulsel atas aset lahan di Buntu Asa.

Pada rapat berlangsung, Tautoto Tana Ranggina menjelaskan permohonan hibah aset lahan diajukan akan berproses melewati beberapa tahapan sesuai aturan berlaku.

Lanjutnya, termasuk pembahasan di DPRD Sulsel yang akan dicermati secara intensif baik dari segi administrasi, status, hukum, kepentingan strategis kedua belah pihak dan masyarakat.

Mengenai pemanfaatan aset lahan hibah nantinya jika disetujui, Tautoto mengingatkan agar Pemkab Toraja Utara sungguh berkomitmen menggunakan aset tersebut sepenuhnya demi kepentingan bermanfaat bagi peningkatan kinerja pembangunan daerah dan kemaslahatan masyarakat.

Setelah rapat koordinasi, Tautoto bersama rombongan Pemprov Sulsel didampingi Asisten Bidang Pemerintahan Setda Toraja Utara, Samuel Sampe Rompon dan tim BPKAD meninjau lokasi lahan tersebut.

Informasi yang diterima TribunToraja.com, aset lahan di Buntu Asa yang diajukan pemerintah daerah Toraja Utara rencananya akan dijadikan pemakaman.

Sebab, pemakaman Islam maupun Kristen di Buntu Lepong (BTL) sudah penuh.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved