Halalbihalal KKMSB Sulbar Akan Diisi Saritilawah Berbahasa Mandar

Humas KKMSB, Burdani, menyebutkan Halalbihalal KKMSB 2019 mengangkat tema “Maalitutui Nilai-nilai Peluluareang Mandar di Banuanna Tau”.

Halalbihalal KKMSB Sulbar Akan Diisi Saritilawah Berbahasa Mandar
dok pribadi
Logo Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Badan Pengurus Cabang (BPC) Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Makassar bekerjasama dengan BPW KKMSB Sulsel akan menggelar Halalbihalal di Hotel Four Point By Sheraton, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, Minggu (7/7/2019). 

Ketua panitia, Hasan Pinang, mengatakan acara tersebut ditaksir akan dihadiri seribuan warga Mandar yang berdomisili di sejumlah kota dan daerah di Sulsel antara lain Makassar, Gowa, Takalar, Maros, Pangkep, dan Sulbar. 

Beberapa tamu undangan dijadwalkan hadir dalam Halalbihalal KKMSB yakni Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, Gubernur Sulsel, M Nurdin Abdullah, Ketua Dewan Pembina KKMSB Sulsel. 

Ketua BPW KKMSB Sulsel, Prof Husain Syam, Ketua BPC KKMSB Makassar, Rahmat Haris, dan mantan Rektor Unhas Makassar, Prof Basri Hasanuddin. 

“Sejatinya Halalbihalal adalah silaturrahim dalam Islam yang menjadi ciri khas Indonesia yang umumnya digelar pasca bulan Ramadan dan lebaran Idulfitri,” kata Hasan Pinang, Rabu (3/7/2019). 

Menurutnya, halalbihalal adalah sarana sosial yang efektif dalam mempertemukan masyarakat Mandar dimana saja berada dalam bingkai silaturahmi. 

“Ini terbukti ampuh membangun semangat nilai nilai Amandaran yang selama ini telah berjalan dengan baik,” tambahnya.

 Sementara pengarah kegiatan yang juga Wakil Rektor IV UNM, Prof  Gufron Dirawan, optimis pelaksanaan Halalbihalal KKMSB kali ini berjalan sukses, “Apalagi melihat antusiasme, dukungan, partisipasi, dan kerja keras seluruh panitia", ujarnya.

 Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan menjaga nilai-nilai Amandaran, mempererat rasa kekeluargaan, dan kekerabatan masyarakat Mandar di perantauan. 

Terpisah, Humas KKMSB, Burdani, menyebutkan Halalbihalal KKMSB 2019 mengangkat tema “Maalitutui Nilai-nilai Peluluareang Mandar di Banuanna Tau”. 

"Ada yang beda pada acara halalbihalal tahun ini. Biasanya kita mendengar pembacaan ayat suci Alquran dan saritilawah dalam Bahasa Indonesia. Namun, kali ini saritilawahnya dalam Bahasa Mandar agar memberi nuansa etnik Mandar dalam acara," ungkapnya. 

Selain itu, panitia akan menyajikan aneka makanan khas mandar seperti bau piapi,  jepa, loka sattai, dan kuliner khas lainnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved