JCH Luwu Utara Disorot, Diduga Banyak dari Daerah Luar

Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menuai sorotan dari sejumlah pihak.

JCH Luwu Utara Disorot, Diduga Banyak dari Daerah Luar
Humas Pemkab Lutra.
Jamaah Calon Haji (JCH) mengikut bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Luwu Utara di Aula Lagaligo, Kantor Bupati Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Rabu (26/6/2019). 
TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menuai sorotan dari sejumlah pihak.

Pasalnya, 242 JCH Luwu Utara diduga banyak dari kabupaten lain yang difasilitasi oleh oknum tertentu. 

Bahkan kajadian seperti itu telah berlangsung lama di Bumi Lamaranginang. 

Diduga, JCH asal daerah lain didaftar dengan cara memalsukan sejumlah dokumen kependudukan. 

Hadiri Pelantikan Karang Taruna, Ilham Azikin: Kami Butuh Dukungan

Mantan Panglima Laskar Jihad Tak Hadirkan Saksi Meringankan


Salah satu buktinya, sebanyak 13 JCH yang akan berangkat tahun ini beralamat di Desa Sumber Harum, Kecamatan Mappedeceng, Luwu Utara. 

Namun, ketika kepala desa setempat dikonfirmasi, ia menegaskan tidak ada warganya naik haji tahun ini. 

"Tidak ada itu wargaku yang ikut haji tahun ini, semua itu warga dari luar yang menggunakan alamat desa ini," ujar Kepala Desa Sumber Harum, Paiman, Kamis (27/6/2019).

Paiman mengungkapkan apabila nama-nama yang berangkat haji asal desanya tidak dikenal dan tidak pernah melaporkan ke aparat desa.

"Saya juga heran kenapa ada yang menggunakan alamat desa disini, padahal tidak saya kenali dan tidak pernah melapor ke saya," paparnya.

Secara terpisah, Kasi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemeng) Luwu Utara, Umar, tidak tahu menahu terkait tudingan itu. 

HUT ke 73 Bhayangkara, Besok Polres Sidrap Gelar Donor Darah

Muda dan Berprestasi di Bidangnya, Ini Profil Wardani


"Kami tidak punya wewenang untuk menolak JCH yang mendaftar selama kelengkapan berkasnya ada," ungkap Umar di ruang kerjanya. 

Umar juga mengungkapkan syarat untuk mendaftar CJH di Luwu Utara harus masyarakat setempat dan dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

"Yang masuk dikami syaratnya lengkap termasuk KTP-nya juga ada. Terlepas itu terdaftar atau tidak di Dukcapil dari Kemenag tidak mengetahui hal itu," tutup Umar. (*)

Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow IG resmi Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved