Orangtua Siswa di Toraja Utara Keluhkan PPDB Jalur Zonasi

Salah satunya warga Toraja Utara, Yulius Dakka, mengeluhkan sistem zonasi pada penerimaan siswa baru di tingkat SMP dan SMA.

Orangtua Siswa di Toraja Utara Keluhkan PPDB Jalur Zonasi
risnawati/tribuntoraja.com
Yulius Dakka 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 dikeluhkan sebagian orang tua calon peserta didik.

Salah satunya warga Toraja Utara, Yulius Dakka, mengeluhkan sistem zonasi pada penerimaan siswa baru di tingkat SMP dan SMA.

"Cukup merepotkan para siswa dan orang tua, betapa tidak, boleh dikata hanya di kecamatan Rantepao memiliki sekolah negeri yang favorit," kata Yulius, Selasa (25/6/2019) malam.

Sekolah SMA negeri dimaksud yakni SMAN 1 Toraja Utara dan SMAN 2 Toraja Utara.

Menurut Yulius, belum saatnya sistem zonasi diterapkan di daerah.

"Pemberlakuan zonasi di Toraja Utara perlu pertimbangan, mengingat sekolah negeri yang ada tidak semua memiliki kualitas yang memadai," tegasnya.

Perlu dipertimbangkan juga soal jarak tempuh dari tempat tinggal siswa ke sekolah.

"Contoh yang tinggal di daerah Karassik, secara administrasi masuk Kecamatan Kesu, namun jarak sekolah SMA negeri di Kesu lebih jauh ketimbang ke Kecamatan Rantepao," tambah Yulius.(*)

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved