Kuliah di UMI, 861 Dosen Siap Sambut Mahasiswa Baru

Kampus yang terletak di Jl Urip Sumoharjo, Makassar yang telah terakreditasi A ini, siap menampung sekitar 4.500 Maba.

Kuliah di UMI, 861 Dosen Siap Sambut Mahasiswa Baru
Humas UMI
Rektor UMI, Prof Basri Modding saat usai menandatangani NoU dengan pihak Pelindo terkait magang bersertifikat beberapa waktu lalu. 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, tengah menyambut mahasiswa baru (Maba).

Kampus yang terletak di Jl Urip Sumoharjo, Makassar yang telah terakreditasi A ini, siap menampung sekitar 4.500 maba.

Dengan jumlah tersebut, pihak UMI pun telah mengambil ancang-ancang.

Salah satunya, dalam melengkapi fasilitas kampus hingga jumlah dosen yang bakal mengajar.

TRIBUN WIKI:Pengusaha Salon Terpilih Jadi Anggota DPRD Tana Toraja, Ini Profil Bertha Pidun

10 Negara ASEAN yang Pede Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034 Seperti Indonesia


Rektor UMI Makassar, Prof Basri Modding mengatakan UMI telah memiliki sebanyak 861 dosen.

Sebanyak 49 dosen diantaranya guru besar, terbanyak di wilayah IX Sulawesi   dari 73 guru besar yang tersebar dalam lingkup LLDIKTI  Wil XI Sulawesi.

"Jadi kami sangat siap untuk menerima mahasiswa baru. Anda akan memiliki keunggulan sebagai sumber daya manusia yang mampu berdaya saing dengan karakter Islam," ujar Prof Basri Modding, Senin (24/6/2019).

Saat ini, UMI telah memiliki sebanyak 56 program studi yang terdiri dari D3, S1, S2, dan S3.

Sebanyak 17 program studi telah dinyatakan terakreditasi A dan sementara proses untuk mendapat pengakuan internasional dari AUN-QA.

Selain itu, UMI juga berhasil menempatkan dirinya pada peringkat ke-64 dari 4.674 Perguruan Tinggi Negeri dan swasta se-Indonesia.

Angka itu merupakan data dari Kemenristekdikti, 2018 lalu. 

VIDEO: Begini Suasana Pendaftaran Siswa di SMAN 1 Barru

Indonesia Raih Penghargaan PBB Bidang Penanggulangan Bencana di Azerbaijan


"Pencapaian demi pencapaian signifikan yang diperoleh sejak tiga tahun terakhir, pun dapat berdiri sejajar dengan institusi pendidikan ternama lainnya di Indonesia," terang Basri.

Terpisah, Wakil Rektor I UMI, Dr Ir H Hanafi Ashad MT menjelaskan Maba yang nantinya terdaftar di UMI, diberi kesempatan memperoleh gelar ganda (double degree) dan beberapa keterampilan lainnya.

Diantaranya kewirausahaan sebagai bagian dari komitmen UMI dengan tujuan melahirkan sarjana yang berjiwa wirausaha.

Kemudian pembekali dengan pelatihan K3, sehingga alumni UMI siap berkarya dan berdaya saing di berbagai bidang profesi, keilmuan dan keahlian dengan akar identitas moral sebagai seorang Muslim. 

Hal ini juga merespon tantangan revolusi 4.0, bahwa mahasiswa bisa melakukan pembelajaran melalui tiga server untuk berselancar di dunia maya. 

"Sehingga mahasiswa nanti akan melakukan kuliah dengan sistem online," imbau Hanafi.

Adapun dalam menjaring Maba tahun akademik 2019-2020, pendaftar bisa mengakses laman melalui website resmi UMI dengan situs http://spmb.umi.ac.id

Bagi mahasiswa yang kesulitan mendaftar melalui online, maka pihak kampus memberi layanan secara offline di Menara UMI lantai 2.

Untuk prosedur pendaftaran, peserta wajib membawa berkas disertai foto copy Ijazah dan Hasil Ujian Nasional (UN) yang telah dilegalisir bagi yang telah memiliki ijazah.

Kemudian pas foto terbaru berwarna ukuran 3×4 cm latar belakang warna merah.

Khusus untuk lulusan yang setara SMA dari luar negeri, ijazah atau surat kelulusan dilegalisir oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi yang memilih program studi Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi, wajib menyertakan rapor kelas X sampai dengan XII yang dilegalisir kepala sekolah dan tahun  ijazah paling rendah 2017.

Sementara bagi pemegang ijazah paket C atau Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah, menyertakan rapor kelas XII yang dilegalisir kepala sekolah. 

Bagi Calon Mahasiswa bebas test, wajib menyertakan Surat Keterangan Ranking Umum Sekolah (Peringkat 1 sampai 10 lulusan) Tahun 2019. 

Surat Keterangan/Sertifikat Juara  pada MTQ, bidang ilmu pengetahuan, olah raga atau seni, baik pada tingkat Provinsi, Nasional dan International  dari Pejabat Terkait. (*)



Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21
 

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Juga Follow IG resmi Tribun Timur

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved