Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Layanan Puskesmas Anggeraja Enrekang Dikeluhkan, Ini Masalahnya

Seorang warga Anggeraja, Wiwin, mengeluhkan buruknya layanan medis di Puskesmas Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Ansar
Waga/Wiwin
Puskesmas Anggeraja, Kabupaten Enrekang. 
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Seorang warga Anggeraja, Wiwin, mengeluhkan buruknya layanan medis di Puskesmas Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Pasalnya ponakannya, Fariza (3) yang dirawat di Puskesmas Anggeraja diberikan cairan infus yang sudah kadaluarsa.

Menurut Wiwin, pada malam Rabu kemarin, Fariza (3) terpaksa dilarikan ke Puskesmas Anggeraja karena mengalami demam. 

Ponakannya tersebut kemudian diinfus oleh salah seorang petugas jaga di Puskesmas tersebut. 

Namun setelah infus hampir habis, Ibu dan Ayah pasien melihat tanggal yang tertera pada cairan yang masuk kedalam tubuh kecil putrinya ternyata sudah kadaluarsa atau expired.

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ayah Sandiaga Uno Sudah Lakukan Ini untuk Indonesia

Menuju Green City, Pemkot Makassar akan Launching Program Gema Sabtu Bersih


Mengetahui hal itu Ibu Farizah, Handayani, kemudian memanggil petugas dan menyampaikan terkait cairan infus yang mask ke tubuh anaknya sudah kadaluarsa. 

"Namun ditanggapi santai ji petugasnya, dia bilang maaf saya tidak lihat kalau sudah kadaluarsa. Santai sekali itu petugas seperti saja kalau tidak ada salahnya," kesal Wiwin saat dikonfimasi, Kamis (20/6/2019).

Mendapat penjelasan tersebut, Wiwin kemudian mrnghubungi petugas apoteker fi puskesmas tersebut.

Dari situ Ia, mendapatkan penjelasan dari petugas tersebut bahwa jika dibidang kesehatan cairan infus masih bisa digunakan tiga bulan setelah masa expired.

Milad ke 19, NRA Group Beri Penghargaan Kepada Karyawan Terbaik dan Terfavorit

 Aksi Kemanusiaan, Polsek Sendana Target Kumpul 100 Kantong Darah


"Saya juga heran, padahal saya juga menjual prodak kesehatan, kalau ada produk yang expired lebih baik saya musnahkan daripada merusak orang lain. Tapi ini justru petugas apotekernya bilang Infus yang sudah expired masih bisa digunakan tiga bulan kedepan," beber Wiwin.

Ia pun menyayangkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya ini adalah kelalaian petugas sampai tidak melihat tanggal yang tertera pada botol infus. 

"Tentu saya sangat menyangkan hal ini, saya dan tentu masyarakat Anggeraja berharap kejadian serupa tidak terulang lagi pada pasien lain," ujarnya.

Terpisah Kepala Puskemas Anggeraja, Suleman, justru mengaku tidak tahu perihal adanya kejadian seperti itu di Puskesmasnya.

Namun, Ia menjelaskan, memang ada beberapa produk kesehatan yang memiliki masa toleransi jika produk tersebut sudah dinyatakan expired. 

Tapi dirinya tidak dapat memastikan apakah infus juga termasuk dalam kategori produk tersebut. 

"Yang bisa memberikan penjelasan teknis penggunaannya adalah dokter, kalau saya tidak punya kewenangan menjelaskan secara rinci, tapi saya tetap bertanggungjawab secara administrasi," tutur Suleman.

Suleman berjanji, akan segera melakukan briefing dan koordinasi terkait adanya kasus tersebut. 

Sebab, menurutnya dirinya mengaku baru mengatehui adanya kejadian tersebut setelah dikonfirmasi awak media. Padahal hal ini sudah menyebar di Medsos sehari sebelum diklarifikasi. 
(tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Jangan Lupa Follow IG @tribuntimurdotcom

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved