18.118 Warga Bulukumba Terima Kartu Keluarga Sejahtera, Bisa Dipakai Beli Telur dan Beras
Pendistribusian ini ditandai dengan penyerahan Kartu Kombo atau Kartu Keluarga Sejahtera secara simbolis oleh Bupati AM Sukri Sappewali di aula Kantor
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bulukumba, mendistribusikan kartu program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pendistribusian ini ditandai dengan penyerahan Kartu Kombo atau Kartu Keluarga Sejahtera secara simbolis oleh Bupati AM Sukri Sappewali di aula Kantor Camat Ujungloe.
SDN 1 Mamasa Terima Murid Baru dengan Sistem Zonasi, Berikut Jadwalnya
Dengan Program Ini, Bupati Bulukumba Harap Tak Ada Lagi Warga yang Unggah Status Banjir di Medsos
BPNT ini adalah terobosan pemerintah yang merupakan transformasi dari program bantuan sosial beras sejahtera dalam upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada masyarakat.
BPNT adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan dalam bentuk non tunai dari pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan diterima setiap bulannya melalui mekanisme transaksi elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang yang disebut e-Warung.
Menurut Kabid Fakir Miskin Dinas Sosial, Muh Ardi, Kamis (20/6/2019), jumlah KPM yang menerima kartu sebanyak 18.118 kepala rumah tangga.
Terdiri dari KPM PKH sebanyak 11.028 dan KPM Non PKH sebanyak 7.090 se-Kabupaten Bulukumba.
Nilai bantuan yang diterima oleh KPM, kata Ardi, sebesar Rp100 ribu yang dapat ditukar dengan beras atau pun telur di toko atau warung yang telah ditunjuk yang tersedia di setiap desa atau kelurahan.
“Caranya mudah, kartu hanya digesek pada alat transaksi non tunai sehingga pemilik kartu tidak memegang uang tunai,” bebernya.
Bupati AM Sukri Sappewali menyampaikan bahwa program BPNT ini adalah bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat yang terkategori miskin dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
Sistemnya sudah semakin baik, sehingga tidak disalahgunakan atau salah peruntukan.
“Bantuan itu hanya diperuntukkan untuk mendapatkan beras atau telur, bukan untuk barang yang lain. Sisa diatur, kalau kebutuhannya lebih banyak beras, tentu yang diambil lebih banyak beras dibanding telur,” jelas AM Sukri..
Usai menyerahkan kartu secara simbolis, AM Sukri Sappewali menyaksikan proses transaksi yang dilakukan oleh KPM dengan pedagang yang telah ditunjuk oleh Bank Mandiri sebagai mitra.
Pedagang tersebut menyiapkan telur dengan dua harga, Rp40-45 ribu per rak, tergantung ukurannya.
Sedangkan beras yang disiapkan senilai Rp 7 ribu per liter. (TribunBulukumba.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Subscribe YouTube Tribun Timur
Jangan Lupa Follow IG @tribuntimurdotcom
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kelurga-sejahtera-miliknya-kamis.jpg)