Potret Buruk Infrastruktur Jalan Nasional di Kabupaten Mamasa
Misalnya, jalan poros Polewali-Mamasa yang menjadi tanggung jawab provinsi dan jalan nasional Mamuju-Tabang
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNMAMASA.COM, BALLA - Infrastruktur jalan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memprihatinkan.
Baik status jalan kabupaten, provinsi, maupun jalan nasional.
Hal ini terlihat dibeberapa ruas jalan antar kecamatan, kabupaten, maupun antar provinsi.
Misalnya, jalan poros Polewali-Mamasa yang menjadi tanggung jawab provinsi dan jalan nasional Mamuju-Tabang, Sulbar tembus ke Toraja, Sulawesi Selatan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Berdasarkan pantauan tribunmamasa.com, akses jalan dari arah Polewali menuju Kota Mamasa, yang sudah diaspal baru mencapai 60 hinga 70 persen, selebihnya masih berlubang dan pengerasan.
Hal serupa di jalan poros Mamuju-Tabang yang baru mencapai 60 persen sudah dibeton.
Ironisnya lagi, sebagian jalan nasional yang sudah dibeton rusak oleh aktifitas penambangan.
Salah satunya di kilo lima Kota Mamasa, tepatnya di Desa Bombong Lambe, Kecamatan Mamasa.
Bahkan sebagian akses jalan yang sudah dibeton, tergenang air lantaran drinase buruk.
Salah satunya di Posi Padang, Desa Balla, Kecamatan Balla.
Meski dekat dari pemukiman warga, namun jalan ini tidak mendapat kepedulian, baik dari masyarakat setempat, maupun pihak berwenang.
Akibat drainase buruk, jalan utama ini tergenang bagai kolam ikan.
Akibatnya, kondisi jalan ini dikeluhkan oleh pengguna jalan.
Sofyani, salah seorang pengguna jalan mengeluhkan hal itu.
Kata dia, kondisi jalan ini tidak mendapat perhatian dari instansi terkait
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jalan-nasional-mamuju-tab3.jpg)