Guru Cabuli Murid di Majene Terancam 15 Tahun Penjara

Pelaku yang berdomisili di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana itu kini mendekam di tahanan Polres Majene.

Guru Cabuli Murid di Majene Terancam 15 Tahun Penjara
edy jawi/tribunmajene.com
Wakapolres Majene Kompol Jamaluddin didampingi Kasatreskrim AKP Pandu Arief Setiawan saat konferensi pers kasus pencabulan di Mapolres Majene, Senin (17/6/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Guru SD berusia 59 tahun di Majene, Sulbar ini, harus merasakan dinginnya ruangan di balik jeruji besi.

Guru berinisial Mn itu diduga tega mencabuli murid perempuannya yang masih duduk di kelas II. Korbannya berinisial IY dan duduk di kelas II SD. Pelaku yang berdomisili di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana itu kini mendekam di tahanan Polres Majene.

Wakapolres Majene, Kompol Jamaluddin menjelaskan, pelaku telah ditahan di Mapolres Majene. Pelaku ditangkap Jumat (14/6/2019) lalu. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian yang digunakan pelaku saat melancarkan aksi bejatnya.

Kata Kompol Jamaluddin, kasus pencabulan ini kini tengah ditangani penyidik Polres Majene. Pelaku disangkakan pasal 82 ayat 1 Jo pasal 76 E Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar," jelas Kompol Jamaluddin saat konferensi pers di Mapolres Majene, Senin (17/6/2019).

Kasus pencabulan ini terungkap setelah keluarga korban melapor ke Mapolres Majene. Kasus ini dilaporkan terjadi pada Maret 2019.

Saat kejadian, Mn memanggil korban ke depan untuk mengumpulkan tugas di meja guru. Lalu korban disuruh berdiri di samping kiri pelaku.

Pelaku kemudian melancarkan aksi cabulnya. Ia memasukkan tangan kanannya ke dalam rok hingga menyentuh alat vital korban.

"Ini dilakukan berulang kali, sehingga perempuan IY mengatakan sakit namun Mn hanya menjawab tidak ii dan melanjutkan perbuatannya," terangnya.

Kata Kompol Jamaluddin, alasan pelaku pada korbannya, perbuatan cabul itu dilakukan agar korbannya cepat besar. Itu disampaikan pelaku saat melancarkan aksi cabulnya.

"Pelaku mengatakan, ku kasi begituki supaya cepat Ki besar," jelasnya.

Saat diperiksa, pelaku mengakui melakukan tindakan asusila itu sebanyak tiga kali. Dua diantaranya dilakukan dengan hanya meraba kemaluan korban. (Tribun Majene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Penulis: edyatma jawi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved