Kadis Pendidikan Jeneponto Sebut Angka Partisipasi Kasar Sekolah Formal Capai 100 Persen

Angka partisipasi kasar merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah diberbagai jenjang pendidikan.

Kadis Pendidikan Jeneponto Sebut Angka Partisipasi Kasar Sekolah Formal Capai 100 Persen
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto Nur Alam Basir saat memberi sambutan pada acara Ramah Tamah dan Penamatan SD Negeri No 48 Bontosunggu Kota, diruang pola panranuanta kanto bupati, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sabtu (15/6/2019) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto Nur Alam Basir mengatakan, saat ini sekolah formal SD, SMP dan SMA di Jeneponto Angka Partisipasi Kasar (APK) cukup singnifikan sekitar seratus persen.

Angka partisipasi kasar merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah diberbagai jenjang pendidikan.

Hal itu Ia sampaikan saat memberi sambutan pada acara ramah tamah dan penamatan SD Negeri 48 Bontosunggu Kota, diruang pola panranuanta kantor bupati, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sabtu (15/6/2019) siang.

Baca: Pastikan 6 Kursi di DPRD Jeneponto, Golkar Dapat Jatah Wakil Ketua I, Siapa Calonnya?

Baca: TRIBUNWIKI: Raih Satu Kursi di DPRD Jeneponto, Ini Profil H Chairuddin Siama Caleg PKS Dapil I

Baca: ASN Malas di Jeneponto Perlu Penanganan Khusus

"Bahwa saat ini sekolah formal SD, SMP dan SMA di Jeneponto angka partisipasi kasar (APK) cukup singnifikan sekitar seratus persen," kata Nur Alam Basir.

"Ini artinya tidak ada lagi usia sekolah tidak sekolah di kabupaten Jeneponto. Untuk mendorong peningkatan kualitas telah tersedia anggaran sebesar 71 milyar untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah," tuturnya.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto itu menjelaskan anggaran 71 milyar akan diperuntukkan kurang lebih 200 sekolah yang kondisi rusak.

"Anggaran 71 milyar akan diperuntukan kurang lebih 200 sekolah yang kondisi rusak," tandasnya

"Ini artinya tahun depan tidak ada lagi sekolah yang tidak layak untuk pelaksanaan pembelajaran,"tutupnya.

Hadir dalam kegiatan kadis pendidikan dan kebudayaan Nur Alam Basir.

Kepala UPT SD Negeri No. 48 Bontosunggu Kota, Ernawati, ketua komite sekolah Aminuddin Asis, dan puluhan orang tua siswa. (TribunJeneponto.com)

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

A

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved