Kejati Tetapkan 1 Tersangka Korupsi PD Parkir Makassar, Ini Penjelasan Kasipenkum

Penyidik Kejati Sulselbar menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan PD Parkir Makassar.

Kejati Tetapkan 1 Tersangka Korupsi PD Parkir Makassar, Ini Penjelasan Kasipenkum
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan Perusahaan Daerah PD Parkir Makassar.

Hanya saja Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin belum berani mengumumkan nama tersangka tersebut.

"Benar sudah ditetapkan satu orang tersangka. Tapi masalah rilisnya pak Kajati nanti yang rilis dia siapa, perannya apa," kata Salahuddin, Jumat (14/06/2019).

Baca: Betulkah China Airlines Kini Layani Penerbangan Jakarta - Makassar? Cek Faktanya, Kerja Sama Garuda

Baca: I La Galigo dan Kuliner Khas Makassar Disajikan di PSBM XIX

Baca: Lahan Pekuburan di Makassar Berkurang, Begini Penjelasan Khadijah Amiruddin

Menurut Salahuddin semestinya rilis penetapan tersangka diumumkan oleh Kepala Kejati Sulselbar, Tarmizi.

Namun karena mantan Kejati Aceh ini berhalangan hadir, maka rilis untuk pengumuman tersangka ditunda Senin depan.

"Masalah dia siapa, peranya kita tunggu pak Kajati rilis," ujar Salahuddin sekali lagi.

Pengelolaan dana PD Parkir Raya Makassar diusut Kejaksaan karena diduga ada penyimpangan yang merugikan uang negara.

Dana pengelolan parkir yang bermasalah untuk periode anggaran 2008 hingga 2014 senilai Rp 1,9 miliar.

Dalam kasus tersebut, Kejati Sulselbar telah memeriksa sekitar 20 orang saksi. Dugaan sementara, modus korupsinya dengan hanya menyetorkan sebagian kecil pendapatan ke Dinas Pendapatan Daerah, yaitu hanya Rp 350 juta.

Sementara yang tercatat pendapatan PD Parkir di bawah Rp 10 miliar. Itupun dianggap sangat minim, karena semestinya bisa mencapai Rp 90 miliar per tahun berdasarkan jumlah kendaraan.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved