Wajo Langganan Banjir, Legislator Periode 2019-2024 Ini Soroti DLHD
Banjir yang melanda Kabupaten Wajo, setiap tahun disoroti oleh anggota DPRD periode 2019-2024, Herman Arif.
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Ansar
TRIBUN-WAJO.COM, PITUMPANUA - Banjir yang melanda Kabupaten Wajo, setiap tahun disoroti oleh anggota DPRD periode 2019-2024, Herman Arif.
Pemkab Wajo seharusnya tidak hanya menganggap, banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.
"Sebaiknya pemerintah jujur saja. Banjir yang berkali-kali datang ini akibat kerusakan lingkungan," kata aktivis di Kabupaten Wajo tersebut kepada Tribun Timur, Kamis (13/6/2019).
Jamaah Calon Haji Sinjai Diminta Selesaikan Semua Rukun Haji
Ayu Ting Ting Liburan ke Paris, Raffi & Nagita ke Australia, Netizen: Kasihan Holiday Sendirian
Kerusakan disebabkan oleh aktivitas tambang di beberapa sungai besar.
Tercatat, sejak Pemkab Wajo menetapkan status tanggap darurat bencana pada Sabtu (8/6/2019) lalu, hingga Kamis (13/6/2019), sudah ada 9 kecamatan yang terdampak banjir.
Di Kecamatan Pitumpanua, dalam rentang kurung waktu yang disebutkan di atas, sudah dua kali banjir melanda.
Bahkan, tanggul di bantaran sungai di Desa Tanrongi jebol, dan banjir pun menggenangi pemukiman warga serta area perkebunan.
"Ini akibat tambang golongan C di Desa Lacinde dan Desa Tanrongi. Makanya terjadi pendangkalan sungai," katanya.
"Sehingga air tidak melewati jalur seharusnya tapi meluap ke pemukiman warga dan lahan pertanian," kata mantan Presiden BEM STIH Lamaddukelleng Sengkang tersebut.
Tak Terbukti, Polres Selayar Hentikan Penyidikan Caleg PKS
Golkar Siapkan Deng Ical dan Aru Tarung Pilwali Makassar 2020
Warga Desa Tanrongi tersebut meminta, agar Pemkab, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Wajo melakukan pengawasan terhadap tambang galian C di sungai.
"Kita minta DLHD Kabupaten Wajo agar betul-betul melakukan pengawasan ke seluruh tambang galian C. Itu demi kelangsungan masa depan masyarakat," kata anggota DPRD Wajo periode 2019-2024 mendatang.
"Cukup Cempa di Pammana jadi korban ekspansi pengusaha (tambang) masa lalu," sambungnya.
Diketahui, pemerintah Kabupaten Wajo dalam beberapa kesempatan menyebutkan, banjir yang melanda Kabupaten Wajo saat ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta air kiriman dari kabupaten tetangga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari DLHD Wajo. (TribunWajo.com)
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja
Langganan Berita Pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:
Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anjir-kembali-landa-kecamatan-pitumpanua-kabupaten-wajo-kamis-1362019.jpg)