Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mata Najwa

Mata Najwa Trans 7 Tadi Malam Panggung Ebiet G Ade: Cerita Duet Ebiet & Cak Nun Ini Terjadi Kemudian

Mata Najwa Trans 7 tadi malam Panggung Penyanyi Ebiet G Ade: Cerita Duet Ebiet G Ade & Cak Nun Ini Terjadi Kemudian

Editor: Mansur AM

Mata Najwa Trans 7 tadi malam Panggung Penyanyi Ebiet G Ade: Cerita Duet Ebiet G Ade & Cak Nun Ini Terjadi Kemudian

TRIBUN-TIMUR.COM - Mata Najwa di Trans 7 Rabu (12/6/2019) tadi malam edisi spesial untuk musisi kondang Ebiet G Ade.

Tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab, mengangkat tema Berita kepada Kawan, Panggung Ebiet G Ade.

"Dengan segudang karyanya, @ebiet_g_ade memang pantas jadi musisi legenda tanah air. Majalah Rolling Stone menempatkan namanya di jajaran musisi terbaik Indonesia sepanjang masa dan juga lagu "Berita Kepada Kawan" sebagai salah satu lagu terbaik Indonesia sepanjang masa.

Tak hanya penghargaan yang diterima, dengan lirik-lirik puitis nan magis, karya @ebiet_g_ade kerap dinyanyikan dalam ragam momen sebagai sarana perenungan.

“Berita Pada Kawan” & “Untuk Kita Renungkan” acap kali diperdengarkan sebagai musik latar dokumentasi peristiwa bencana di berbagai platform media," demikian pengantar Mata Najwa lewat akun IG.

#MataNajwa malam ini dalam episode spesial bersama Ebiet G. Ade, menelisik setiap makna dari lirik dan lantunan lagunya yang hingga kini masih digaungkan.

"Berita kepada Kawan: Panggung Ebiet G Ade", 20.00 WIB di @officialTRANS7.

Kepiawaian Ebiet G Ade dalam menciptakan lirik-lirik lagu yang puitis dan menyentuh perasaan, buah dari pergaulannya dengan para seniman dan sastrawan.

Sewaktu ‘menggelandang’ di Yogyakarta, Ebiet kerap nongkrong dengan seniman dan sastrawan di antaranya Emha Ainun Najib atau Cak Nun, Eko Tunas, EH. Kartanegara dan Umbu Landung Paranggi.

Ebiet mengatakan, dirinya sejak dulu bermimpi menjadi penyair.

“Jadi sewaktu ngumpul bersama seniman dan satrawan, saya ini seperti pengutip yang memunguti serpihan muncratan diskusi mereka. Mereka diskusi sepanjang waktu. Serpihannya saya pungut dan kemudian saya simpan di dalam kepala saya,” terang Ebiet G Ade.

Eko Tunas, seniman yang sering menemani Ebiet di Malioboro menceritakan, pernah ada kejadian lucu sewaktu Ebiet belum setenar saat ini.

“Dulu pernah ada duet Ebiet-Emha. Pentas di Kartapustaka, acara Ramadan Kampus UGM. Selesai tarawih, MC memanggil duet Ebiet-Emha. Eh jamaahnya malah bubar, tinggal tikar,” kenangnya.

Simak selengkapnya: 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved