Kredit Ekspor Belum Maksimal, BNI Tunggu Pengembangan Komoditas
Pemimpin BNI Wilayah Makassar Faizal A Setiawan mengatakan, kredit ekspor telah berjalan mantap di Surabaya dan Jakarta.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah (Kanwil) Makassar yang menanungi Sulawesi Selatan, Salawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, di semester I 2019 ini sudah mengalirkan kredit ekspor.
Pemimpin BNI Wilayah Makassar Faizal A Setiawan mengatakan, kredit ekspor telah berjalan mantap di Surabaya dan Jakarta.
"Laju kredit ekpor di sana cukup kencang. Nah di Sulsel perseroan fokus ekspor hasil laut seperti udang dan ikan tuna," kata Faizal ditemui belum lama ini.
"Apalagi di sini ada direct call, hanya belum ada komoditas yang berjalan optimal. Yang efektif sementara ikan tuna dan udang vaname yang diekspor ke Jepang dan Amerika," jelas Faizal menambahkan.
Kenali 7 Gejalah Kanker Usus, Penyebab Mantan KSDA George Toisutta & Istri Ustaz Maulana Meninggal
Wanita Enrekang Dilamar Pria Soppeng, Panaiknya Uang Rp 500 Juta, Berlian dan Rumah
Sepanjang tahun ini, untuk kredit ekspor, sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) Perseroan disiapkan porsi hingga 60 persen dari rencana tambahan kredit tahun ini.
"Kami sediakan sekitar Rp 200 miliar ke atas untuk kredit ekspor. Hanya saja,
kami lagi nunggu pengembangan komoditas," ujarnya.
Lebih lanjut Faizal mengemukakan, tidak ada produk khusus untuk kredit ekspor. Kredit besar seperti ini skimnya tergantung pola industrinya.
"Untuk ekspor beda dengan kredit konstruksi. Kita sesuaikan dengan pola dan kebutuhan perusahaan. Kalau perusahaan besar beda industri beda skim," katanya.
Gadis Asal Enrekang Dilamar dengan Uang Panai Rp 500 Juta, Siapa Calon Suaminya?
Realisasi Kredit Belum Tercapai
Pemimpin BNI Wilayah Makassar Faizal A Setiawan mengatakan, realisasi target kredit secara umum belum tercapai.
"Siklus tahun lalu pada Semester I realisasi target kumulatif berada di angka 7,5 persen dan sejauh ini masih di angka 5 persen," kata Faizal.
"Ini dikarenakan Pemilu wait and see. Kedua, mestinya ini masa panen kita, hanya saja pas Lebaran juga jadi agak tertunda kinerja kredit," ujarnya.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad
Langganan Berita Pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:
Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bni_20180708_215708.jpg)