Efek Impor BBM, Sulsel Defisit Neraca Perdagangan Rp 306,80 Miliar

Angka ini mengalami penurunan sebesar 20,05 persen bila dibandingkan nilai ekspor Maret 2019 yang mencapai US$ 88,83 Juta.

Efek Impor BBM, Sulsel Defisit Neraca Perdagangan Rp 306,80 Miliar
Fahrizal/Tribun Timur
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Yos Rusdiansyah memipin keterangan pers perkembangan ekspor impor Sulsel, di kantornya, Rabu (2/5/2019). (FAHRIZAL SYAM) 

Namun, hal itu tak boleh dijadikan alasan ekportir untuk tidak menggenjot produksi yang akan diekspor.

"Jangan mereka yang perang, kita juga gelisah. Ini harusnya dijadikan motivasi. Importir kita di Sulsel harus lihat peluang dari situ,"

Pemerintah, kata Arief, juga diharapkan untuk memberikan peran agar para pengusaha dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan mendorong ekspornya.

Benarkah Kas Negara Kosong Gegara Dipakai Bayar THR & Gaji ke-13?, CITA: Ini Alarm Defisit APBN!

KNPI Makassar Salurkan Bantuan Sembako ke Korban Banjir Sidrap

Lima komoditas utama yang diekspor pada April 2019 yaitu nikel; biji bijian berminyak dan tanaman obat; garam, belerang dan kapur; besi dan baja; serta lak, getah dan damar dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 50,82 persen, 14,61 persen, 7,86 persen, 7,14 persen dan 6,64 persen.

Sebagian besar ekspor pada bulan April 2019 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Australia, dan Korea Selatan dengan proporsi masing-masing 53,80 persen, 31,98 persen, 4,45 persen, dan 2,68 persen.

Sedangkan Lima kelompok komoditas utama yang diimpor pada bulan April 2019 yaitu bahan bakar mineral (BBM); gula dan kembang gula; gandum ganduman; pupuk; serta mesin- mesin/pesawat mekanik dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 37,51 persen, 13,61 persen, 12,29 persen, 5,94 persen dan 5,34 persen.

Sebagian besar impor pada bulan April 2019 didatangkan dari Singapura, Tiongkok, Thailand dan Argentina dengan proporsi masing-masing 30,96 persen, 18,84 persen, 13,85 persen dan 11,07 persen.

*Akademisi: Efek Bahan Dasar Industri

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Marsuki DEA mengatakan, kebutuhan impor terus meningkat demi kelanjutan usaha industri olahan.

Pemkot Makassar Siapkan Hadiah di Program Minggu Sehat

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved