Yusril Ihza Mahendra Mau Patahkan Tuduhan BPN Prabowo-Sandi, Jokowi-Maruf Tak Bisa Didiskualifikasi?

Yusril Ihza Mahendra bakal patahkan tuduhan BPN Prabowo-Sandi, Jokowi-Maruf tak bisa didiskualifikasi?

Yusril Ihza Mahendra Mau Patahkan Tuduhan BPN Prabowo-Sandi, Jokowi-Maruf Tak Bisa Didiskualifikasi?
DOK TRIBUNNEWS.COM
Yusril Ihza Mahendra 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Yusril Ihza Mahendra bakal patahkan tuduhan BPN Prabowo-Sandi, Jokowi-Maruf tak bisa didiskualifikasi?

Kuasa hukum pribadi calon Presiden RI petahana Joko Widodo, Yusril Ihza Mahendra yakin pihaknya bisa mematahkan tuduhan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bahwa Cawapres RI nomor urut 02, Maruf Amin melanggar UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Tim kuasa hukum Jokowi - Maruf Amin akan menjawab secara resmi dalam sidang di Mahkamah Konstitusi nantinya.

"Karena ini (tudingan BPN) dikemukakannya di dalam perbaikan permohonan mereka di MK, maka secara resmi ini juga akan kami jawab dalam tanggapan keterangan kami selaku pihak terkait dalam persidangan di MK," ujar Yusril Ihza Mahendra kepada Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

Yusril Ihza Mahendra mengaku, sudah mempunyai bantahan dan argumentasi hukum yang sistematis atas tudingan tersebut.

Baca: BW Temukan Celah Maruf Amin, Jokowi-Maruf Bisa Didiskualifikasi dari Pilpres 2019 Walaupun Menang

Tinggal menunggu persidangan saja untuk menyampaikan argumentasi itu.

Mantan Menteri Kehakiman dan HAM itu yakin tuduhan BPN akan ditolak majelis hakim konstitusi nantinya.

"Yang perlu diketahui publik sekarang adalah, argumentasi tuduhan pemohon tersebut bakal kami patahkan di sidang MK. Tenang saja," ujar Yusril Ihza Mahendra.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Maruf Amin sebelumnya menilai, tim hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mengada-ada dalam menyampaikan permohonan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019.

TKN menegaskan, Cawapres Maruf Amin tidak melanggar UU Pemilu seperti yang dituduhkan tim hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved