Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sebut Pemerintah Sukses Perbaiki Daya Beli

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ketut Kariyasa dalam keterangan tertulisnya via pesan Whatsapp, Minggu (9/6/201

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sebut Pemerintah Sukses Perbaiki Daya Beli
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian RI
Menteri Pertanian Amran Sualiman sedang memanen padi beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ketut Kariyasa, menjelaskan, selain pemerintah memperbaiki daya beli dan ketimpangan pendapatan masyarakat juga memacu produksi dalam negeri.

Dan juga berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.

Indikator Ekonomi Catat Keberhasilan Pembangunan Pertanian Indonesia

Tak Lagi Gunakan Kertas, BPSDM Sulsel Andalkan SIBangSDM

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ketut Kariyasa dalam keterangan tertulisnya via pesan Whatsapp, Minggu (9/6/2019).

Hal ini tercermin dalam empat tahun terakhir inflasi bahan makanan dan pangan menurun secara konsisten.

Pada tahun 2013, inflasi bahan makanan/pangan masih sangat tinggi, 11,35% dan pada tahun 2014 turun menjadi 10,57% Pada tahun 2015 dan 2016 , inflasi bahan makanan/pangan mulai mengalami penurunan yang sangat drastis, yaitu masing-masing menjadi 4,93% dan 5,69%.

“Bahkan pada tahun 2017 inflasi bahan makanan/pangan turun sampai tingkat 1,26% dan merupakan inflasi bahan makanan/pangan yang terendah yang pernah terjadi dalam sejarah Indonesia,” jelasnya.

Menteri Pertanian Amran Sualiman sedang memanen padi beberapa waktu lalu.
Menteri Pertanian Amran Sualiman sedang memanen padi beberapa waktu lalu. (Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian RI)

Menurutnya, dampak dari membaiknya ketiga indikator di atas (membaiknya daya beli, menurunnya ketimpangan pendapatan, dan stabilnya harga pangan) menyebabkan jumlah penduduk miskin di Indonesia terus menurun.

Pada Maret 2018, tercatat secara nasional jumlah penduduk miskin turun dan menembus angka satu digit (9,82%), dan pada September 2018 kembali turun menjadi 9,66%.

Demikian halnya dengan jumlah penduduk miskin di perdesaan, pada Maret 2013 masih tercatat 14,32%, dan Maret 2018 turun menjadi 13,20% dan pada September 2018 kembali turun menjadi 13,10%.

Jumlah penduduk miskin di perkotaan juga terus menurun, dari 8,39% pada Maret 2013, menjadi 7,02% Maret 2018 dan tinggal 6,89% pada September 2018.

"Membaiknya indikator-indikator ekonomi utama di atas menunjukkan bahwa program dan kebijakan terobosan pembangunan pertanian yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian selama ini sudah tepat karena terbukti mampu memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat perdesaan secara nyata, tidak hanya sebatas peningkatan produksi," kata Kariyasa.(*)

Laporan Wartawan tribuntimur.com/ Abdul Azis Alimuddin

Update info terbaru tentang Tribun Timur dengan Subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun Instagram kami: 

Penulis: Abdul Azis
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved