Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Ini Profil Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, Perancang Desain Masjid Al Safar

Ridwan Kamil menjelaskan mengenai arsitektur Masjid Al Safar melalui Twitter-nya. Ia menjelaskan hal tersebut dengan keilmuan arsitektur.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Grafis Tribun Wow
Ridwan Kamil 

 
 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Ridwan Kamil menjadi perbincangan publik.

Sebuah foto masjid hasil rancangan yang terposting di sosial media, dituding oleh warganet sangat erat hubungannya dengan Iluminati.

Nama masjid tersebut yakni masjid Al Safar pun menjadi trendig topic Google, Sabtu (1/6/2019).

Banyaknya bentuk segitiga yang terdapat pada masjid dikaitka dengan illuminati.

Awal dugaan opini warganet tersebut, bermula dari sebuah video yang memaparkan ulasan tentang bangunan masjid Al Safar yang berada dekat dengan Tol Cipularang.

Dilansir dari Tribun Bali, sebagai arsitek Masjid Al Safar, Ridwan Kamil ditanyai mengenai video yang terlanjur viral itu.

Pertanyaan mengenai video itu disampaikan oleh salah satu netizen di Instagram Ridwan Kamil.

"Ada video soal masjid yang kang RK bangun berkaitan dengan simbol-simbol segitiga, saya nonmuslim, tapi kok ikut miris melihat cara-cara provokasi tersebut.. mohon segera klarifikasi kang.." tulis akun @ngrhsaka, Jumat (31/5/2019).

Komentar tersebut dibalas oleh Gubernur Jawa Barat. Ridwan Kamil mengimbau agar mengikuti akal sehat saja.

"Mereka menafsirkan tanpa pernah wedikitpun bertanya/tabayyun. Jika segitiga dilarang, maka di dunia ini geometri tinggal tersisa kotak dan lingkaran. Maka masjid-masjid tropis dengan atap ala pendopo pun harus dihancurkan? Kita ikuti akal sehat saja," balasnya.

Tak sampai di situ, Ridwan Kamil menjelaskan mengenai arsitektur Masjid Al Safar melalui Twitter-nya. Ia menjelaskan hal tersebut dengan keilmuan arsitektur.

Selain itu, Ridwan Kamil juga mengajak masyarakat yang bertandang ke masjid tersebut untuk fokus beribadah.

"Masjid Al Safar adalah eksperimentasi teori lipat Folding Architecture. Jika eksperimentasi bentuk itu ditafsir, ya tentu tidak bisa dihindari.

Tapi jika disimpulkan bahwa bentuk-bentuknya adalah menerjemahkan simbol-simbol iluminati dkk, saya kira itu tidak betul. Mari fokus saja ibadah kepada Allah," tulisnya.

Ridwan Kamil juga menjelaskan mengenai seni dalam Islam. Menurutnya, seni dalam Islam tidak memperlihatkan makhluk hidup tetapi bermain dengan rumus geometri.

"Ijtihad memajukan seni atau arsitektur Islam terus dilakukan agar berkembang maju. Seni dalam Islam tidak memperlihatkan mahluk hidup, tapi bereksperimentasi dgn rumus geometri.

Teori lipat Folding Architecture adalah metode mencari kekayaan geometri baru yg digunakan di Masjid Al Safar."

Masjid Al Safar sendiri terletak di rest area KM 88 B Tol Cipularang, Jawa Barat dengan luas 6.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 1.200 jemaah.

Terdapat fasilitas lengkap di dalamnya seperti toilet, tempat wudhu hingga taman dan kolam yang menambah sejuk.

Siapa Ridwan Kamil?

Dilansir dari wikipedia, H Mochamad Ridwan Kamil, S T, M U D lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober 1971.

Ia adalah seorang arsitek dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sejak 5 September 2018.

Sebelum menjadi pejabat, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki karier sebagai seorang arsitek merangkap dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung.

Emil merupakan putra dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju Sukaesih.

Pada tahun 2013 Emil yang dari kalangan profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai wali kota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil wali kota.

Dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24 persen suara sehingga pasangan Ridwan dan Oded menjadi pemenang dalam Pemilihan umum Wali Kota Bandung 2013.

Pada pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil diusung sebagai calon gubernur, berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum oleh PPP, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura.

Karier
Setelah lulus S-2 dari University of California, Berkeley, Ridwan Kamil melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat.

Sebelumnya Ridwan Kamil memulai karier bekerjanya di Amerika sesaat setelah lulus S-1, akan tetapi hanya berkisar empat bulan ia pun berhenti kerja karena terkena dampak krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu.

Tidak langsung pulang ke Indonesia, dia bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat beasiswa di University of California, Berkeley.

Selagi mengambil S-2 di Universitas tersebut Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley.

Pada tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Kini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

Urbane adalah perusahaan yang didirikan oleh Ridwan Kamil pada tahun 2004 bersama teman-temannya seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis.

Reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China.

Tim Urbane sendiri terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan.

Urbane juga memiliki projek berbasis komunitas dalam Urbane Projek Komunitas di mana visi dan misinya adalah membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.

Urbane telah banyak dianugerahi penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008, 2009 dan 2010 dan juga BCI Green Award pada tahun 2009 atas projek desain Rumah Botol (dari botol bekas).

Urbane juga sering mengikuti kompetisi di bidang desian arsitektur tingkat nasional seperti Juara 1 kompetisi desain Museum Tsunami di Nangro Aceh Darrussalam tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain kampus 1 Universitas Tarumanegara tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia tahun 2009, juara 1 kompetisi desain Sanggar Nagari di Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat dan juara 1 kompetisi desain Pusat Seni dan Sekolah Seni di Universitas Indonesia tahun 2009.

Data diri:

Nama: Mochamad Ridwan Kamil

Instagram: @ridwankamil

Lahir: Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 4 Oktober 1971

Kebangsaan: Indonesia

Partai politik: Independen

Pasangan: Atalia Praratya Kamil (k. 1996)

Anak:

Emmiril Khan Mumtadz

Camillia Laetitia Azzahra

Orang tua:

Atje Misbach Muhjiddin (ayah)

Tjutju Sukaesih (ibu)

Alma mater:

Institut Teknologi Bandung

Seal of University of California,

University of California, Berkeley

Pekerjaan:

  1. Arsitek
  2. Pengusaha
  3. Dosen
  4. Aktivis
  5. Politisi

Pendidikan

  1. SDN Banjarsari III Bandung 1978-1984
  2. SMP Negeri 2 Bandung 1984-1987
  3. SMA Negeri 3 Bandung 1987-1990
  4. Sarjana S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung 1990-1995
  5. Master of Urban Design University of California, Berkeley 1999-2001

Karya
 

  1. Universitas Tarumanegara Kampus 1, Jakarta (2005)
  2. Mesjid Agung Sumatra Barat, Mahligai Minang (2006)
  3. Paramount Lakes Gading Serpong, (2006)
  4. Gramedia Expo Surabaya (2006)
  5. Masjid Cibubur, Bogor (2007)
  6. Bintaro X-Change, Tangerang (2007)
  7. Kota Jababeka Remasterplan, Cikarang (2007)
  8. Kampus UMN, Serpong (2007)
  9. Area 24, Jakarta (2007)
  10. Hotel Santika Premiere, Medan (2007)
  11. Jembatan Westdrain Ancol, Jakarta (2007)
  12. Kuningan City, Jakarta (2007)
  13. Bottle House (Rumah Botol), Bandung (2008)
  14. Paramount Gateaway, Serpong (2008)
  15. Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat (2008)
  16. Springhill Royal Residences, Jakarta (2008)
  17. Kantor BUMN, Jakarta (2008)
  18. The Convergence, Jakarta (2008)
  19. Rusunami Sentra Timur, Cakung (2008)
  20. Pusat Kesenian dan Kebudayaan Universitas Indonesia, Depok (2009)
  21. The Magix Box, Fakultas Seni Budaya Universitas Indonesia (2009)
  22. Medan Focal Point, Medan (2009)
  23. Museum Taufik Hidayat, Jakarta (2009)
  24. Masjid Semarang, Semarang (2010)
  25. Masjid Suramadu, Madura (2010)
  26. Masjid Gegerkalong, Bandung (2010)
  27. Museum Tsunami Aceh-Rumoh Aceh, NAD (2010)
  28. Harris Hotel Bogor, Bogor (2011)
  29. Masjid Antapani, Bandung (2011)
  30. Heteropia Office Tower, Jakarta (2011)
  31. Kantor Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Jakarta (2012)
  32. Allium Tangerang Hotel, Banten (2011)
  33. Hotel Horison Ultima, Purwokerto (2011)
  34. Hotel Tijili Seminyak, Bali (2011)
  35. 18 Office Park, Jakarta (2011)
  36. Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Cibubur, Bogor (2011)
  37. United Tractors office, Bekasi (2012)
  38. LKPP Office, Jakarta (2012)
  39. Bank Saudara Office, Bandung (2012)
  40. Essence Apartment, Jakarta (2012)
  41. Kirana Two, Jakarta (2012)
  42. Senayan Aquatic Stadium, Jakarta (2012)
  43. Masjid Al-Azhar, Summarecon, Bekasi (2013)
  44. Masjid Emerald Bintaro, Tangerang (2013)

Sosial dan Komunitas yang telah digelar dan dibentuk
1. Taman Bermain Babakan Asih Kopo Bandung. Ini adalah program perbaikan kampung dengan cara membeli sepetak tanah untuk menjadi taman bermain anak dan kegiatan lomba mewarnai dinding kampung dengan gambar-gambar kreatif.
2. Komunitas Bandung Berkebun. Kegiatan ini adalah cara warga Bandung memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk dihijaukan oleh tanaman pertanian seperti sayur-sayuran. Lokasi kebun-kebun ini juga menjadi ruang sosial sebagai alternatif akhir pekan bagi anak-anak. Hasil panen sebagian di jual untuk penghasilan tambahan anggota komunitas.
3. Gerakan indonesia Bersepeda (Bike Bdg). Kegiatan ini memberikan pilihan kepada warga kota bandung untuk beraktivitas sehari-hari dengan sepeda sewa (Bike Sharing).
4. Deklarasi Babakan Siliwangi sebagai Hutan Kota Dunia PBB.
5. Arsitektur.
6. Bandung Creative Park Project : Taman Cikapayang Dago
7. Masjid Merapi, merupakan proyek sosial yang menggunakan abu letusan gunung merapi dikonversi menjadi batako.
8. Rumah Gempa Padang, Proyek sosial ini merupakan pembangunan rumah-rumah tahan gempa dengan material kayu dan bambu lokal.
9. Lampu Botol (Walking Brain).
10. Bottle House, rumah yang dirancang dengan konsep ‘courtyard house’ dibangun dengan lebih dari 30000 botol bekas.
11. Museum Tsunami Aceh. Museum ini merupakan hasil desain karya sayembara pada tahun 2007 untuk memperingati musibah Tsunami

Sumber berita:http://bali.tribunnews.com/2019/06/01/masjid-al-safar-ridwan-kamil-dan-iluminati-sedang-banyak-dibicarakan-ternyata-ini-yang-terjadi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved