Ini 3 Hal yang Bakal Dilakukan Rocky Gerung Jika Jokowi-Maruf Amin Dilantik Jadi Presiden

Ini 3 Hal yang Bakal Dilakukan Rocky Gerung Jika Jokowi-Maruf Amin Dilantik Jadi Presiden

Ini 3 Hal yang Bakal Dilakukan Rocky Gerung Jika Jokowi-Maruf Amin Dilantik Jadi Presiden
Youtube
Rocky Gerung di Etalkshow TVOne 

Ini 3 Hal yang Bakal Dilakukan Rocky Gerung Jika Jokowi-Maruf Amin Dilantik Jadi Presiden

TRIBUN-TIMUR.COM - Pengamat politik Rocky Gerung kembali tampil di TVOne lewat program acara E-Talk Show yang tayang Jumat (31/5/2019) tadi malam.

Dalam acara yang dipandu Wahyu Muryadi tersebut membincangkan tentang pendapat Rocky terkait hasil Pilpres 2019 yang memenangkan calon nomor urut 1 Jokowi-Maruf Amin.

Rocky mengatakan hingga kini pemenang Pilpres belum ada karena masih berproses di mahkamah Konstitusi.

Baca: Gugatan 02 di MK Dikritik, Rocky Gerung: Memperlihatkan Kubu 01 Menjadi Selalu Cemas dan Khawatir

Menurutnya, legalitas pemilu memang ada di Mahkamah Konstitusi tapi legalitimasi ada di rakyat.

Menurutnya MK tak sekadar menghitung selilish perolehan suara.

"Tapi lebih dari itu Mahkamah Konstitusi harus menjamin pemilu berlasung jujur dan adil. Inilah yang harus diperiksa mahkamah konstitusi," katanya.

Setelah menerangkan tentang pendapatnya soal hasil Pilpres, Rocky pun ditantang untuk menjawab pertanyaan dengan cepat.

Salah satu pertanyaan yang ditanyakan pembawa acara adalah reaksi Rocky jika nantinya Jokowi-Maruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

"Apa yang bang Rocky lakukan jika Jokowi dan Marif dilantik jadi presiden?" tanya pembawa cara.

Rocky pun langsung menjawab dengan jawaban yang membuat penonton se-studio terbahak.

"Satu kaget, dua ngakak, tiga tidur," katanya.

Berikut video full-nya:

Nama Rocky Gerung Dilaporkan Relawan Jokowi ke Polisi

Anggota tim hukum Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) melaporkan sebuah akun facebook bernama Rocky Gerung atas kasus dugaan ujaran kebencian ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor laporan LP/3408/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 31 Mei 2019. "Kita laporkan akun yang bernama Rocky Gerung. Laporan itu menyangkut berita yang ada di akun (Facebook) itu di mana akun itu mengatakan KPU bekerja mempolitisir perolehan suara (dalam penyelenggaraan Pemilu 2019)," kata anggota tim hukum ARJ, Suhadi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2019).

Unggahan di akun Facebook bernama Rocky Gerung pada 28 Mei 2019 menyebutkan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh suara lebih kecil dibanding pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Suhadi mengatakan, unggahan tersebut memfitnah capres Jokowi telah melakukan kecurangan untuk menang dalam Pemilu 2019.

Nama Rocky Gerung Dilaporkan Relawan Jokowi Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
 
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
 
Anggota tim hukum Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), Suhadi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2019). Anggota tim hukum Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), Suhadi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2019). 

"Dia (facebook atas nama Rocky Gerung) mengatakan bahwa pendukung Prabowo sudah punya bukti C1 sebanyak 62 persen atas Jokowi. Kemudian juga dia mengatakan dia sudah menang di 30 provinsi," kata Suhadi.

"Dia katakan juga ini kecurangan. Ini kelicikan atau cara-cara seperti ini mengulang dari pemilu 2014. Jadi 2019 mengulang kecurangan di 2014 kira-kira itu," lanjutnya.

Dalam laporanya, Suhadi melampirkan barang bukti berupa tangkapan layar unggahan dalam akun Faceboom tersebut.

Baca: Unggahan Pertama Cinta Laura Setelah Foto & Video Intim dari Ranjang hingga Kamar Mandi Tersebar

Kendati demikian, Suhadi mengaku tidak mengetahui pemilik akun facebook tersebut.

Oleh karena itu, ia menyerahkan penyelidikan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengungkap pemilik akun facebook itu.

Belum tau (siapa pemiliknya). Nanti disidik kan itu punya siapa. Yang jelas akun itu atas nama Rocky Gerung," ucapnya.

Adapun, pasal yang disangkakan pada pemilik akun facebook tersebut adalah Pasal 28 Ayat (2) junto Pasal 48 ayat (2) UU RI nomer 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Berikut unggahan di akun facebook atas nama Rocky Gerung yang dilaporkan ke polisi.

#BAHAYA BESAR MENUNGGU INDONESIA!! Mata dunia kini tertuju ke Indonesia.

Jokowi yang haus kekuasaan memaksa KPU dan BAWASLU agar bekerja cepat mempolitisir perolehan suara di lapangan agar sesuai dg presentase QC yang dua mingguan ini tetap dipaksakan tayang di tipi. Indonesia membara.

Pendukung Prabowo sudah kantongi C1 asli dan menjelaskan Prabowo menang 62% atas Jokowi.

Namun bukan Jokowi namanya kalo bukan Culas, Licik dan Rakus.

Berbekal kemenangan palsunya 2014 lalu ia tengah berusaha segala cara melemahkan semangat juang pendukung Prabowo dan agar mengakui kekalahan Prabowo meski secara Real Count Prabowo menang telak di 30 Provinsi.

Baru sekarang terjadi, Jokowi yang hanya menang di 4 provinsi memaksa semua elemen bangsa ntk mengakui kemenangannya padahal rakyat menyaksikan Prabowo unggul di 75% provinsi. Sesungguhnya sikap tak terpiji.*

Sebelumnya, Rocky pernah mengungkapkan jika dirinya hanya memiliki satu akun media sosial yakni Twitter.

Editor: Ilham Arsyam
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved