Murid TK YPK Mamasa Kenakan Baju Adat Mamasa Diacara Perpisahan
Penamatan yang dikemas dalam kegiatan lepas kangen itu, digelar di aula Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Mamasa Kota, Jumat (31/5/2019) pagi.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Puluhan murid Taman Kanak-kanak (TK) menghadiri penamatan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Penamatan yang dikemas dalam kegiatan lepas kangen itu, digelar di aula Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Mamasa Kota, Jumat (31/5/2019) pagi.
Ketua Baznas Ungkap Potensi Zakat Fitrah di Bulukumba Capai Rp11,5 Miliar, Jika Ini Dilakukan Warga
TRIBUNWIKI - Kondisi Ani Yudhoyono Dikabarkan Semakin Memburuk, Simak Perjalanan Karier Ani SBY
Tidak seperti kebanyakan TK pada umumnya. Jika menggelar penamatan, murid yang akan mengikuti penamatan, menggunakan kostum bebas, seperti pakaian polisi, pilot, dan profesi lainnya.
Namun berbeda yang dilakukn TK YPK Mamasa. Dimana pada saat pelepasan, murid diwajibkan mengenakan pakaian adat.
Tidak terkecuali, baik laki-laki maupun perempuan, diwajibkan mengenakan pakaian adat.
Hal itu dilakukan sebagai upaya menanamkan rasa cinta budaya bagi anak usia dini.
Selain itu, juga dilakukan agar pakaian yang dikenakan murid, tidak ada yang lebih menonjolkan kostum yang dikenakan.
"Ini upaya untuk menanamkan rasa cinta terhadap kearifan yang dimiliki Mamasa kepada anak-anak," terang Ludia, salah seorang Guru TK YPK Mamasa pagi tadi.
"Ini juga supaya murid tidak ada yang tampil beda, semua seragam menggunakan pakaian adat," tambahnya.
Dia berharap apa yang diterpkan di TK itu, dapat menjadi contoh dan menjadi budaya di dunia pendidikan. (*)
Laporan wartawan @rexta_sammy
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tk-ypk-berfoto-bersama.jpg)