Sikapi Isu Kelangkaan Pupuk, Wakil Bupati Bone Kumpulkan Pengecer

Hadir pula Sekretaris Daerah Bone Ambo Dalle, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hoktikultura dan Perkebunan (PTPHP) Kabupaten Bone Sunardi Nurdin.

Sikapi Isu Kelangkaan Pupuk, Wakil Bupati Bone Kumpulkan Pengecer
Justang/Tribun Timur
Wakil Bupati Bone Ambo Dalle usai mengumpulkan pengecer di ruangannya, Kantor Bupati Bone, Jl Ahmad Yani, Watampone, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE- Wakil Bupati Bone Ambo Dalle mengumpulkan pengecer menyikapi isu kelangkaan pupuk di masyarakat.

Ambo Dalle mengumpulkan para pengecer itu di ruang wakil bupati Bone, Kompleks Kantor Bupati Bone, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Watampone, Rabu (22/5/2019).

ASN yang Baru di Sinjai Diminta Bisa Jawab Tuntutan Masyarakat

Tak Didaftarkan Robert Rene Alberts, Persib Bandung Lempar Fabiano Beltrame ke Klub Liga 2

Hadir pula Sekretaris Daerah Bone Ambo Dalle, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hoktikultura dan Perkebunan (PTPHP) Kabupaten Bone Sunardi Nurdin.

Serta sejumlah produsen yang memasok pupuk di Bumi Arung Palakka, kabupaten Bone.

Wakil Bupati Bone Ambo Dalle menuturkan pihaknya hendak mendengarkan langsung persoalan pupuk yang disebut langka di masyarakat.

Dari hasil pertemuan tersebut, Ambo Dalle mendapatkan informasi bahwa kadang kelangkaan pupuk terjadi lantaran sejumlah petani mengambil kouta pupuk melebihi yang sudah ditentukan.

Wakil Bupati Bone Ambo Dalle usai mengumpulkan pengecer di ruangannya, Kantor Bupati Bone, Jl Ahmad Yani, Watampone, Rabu (22/5/2019).
Wakil Bupati Bone Ambo Dalle usai mengumpulkan pengecer di ruangannya, Kantor Bupati Bone, Jl Ahmad Yani, Watampone, Rabu (22/5/2019). (Justang/Tribun Timur)

"Yang menjadi masalah kadang kala petani ada yang mengambil jatahnya melebehi kouta, kelompok tani itu maksimal bisa mendapatkan pupuk bersubsidi jatahnya hanya dua hektar atau sekitar 200 kilogram pupuk atau 8 zak," kata Ambo Dalle kepada tribunbone.com di ruangannya, Rabu (22/5/2019).

Akibat dari hal tersebut kata Ambo Dalle, ada sejumlah petani yang tidak kebagian pupuk subsidi.

"Boleh mengambil lebih dari kouta tetapi bukan lagi pupuk berbubsidi tetapi non subsidi tentunya harganya berbeda sekali dengan subsidi, ini yang mesti dipahami," tambahnya.(TribunBone.com).

Laporan Wartawan TribunBone.com @juzanmuhammad

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

A

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved