Peringati Momen Pertama Kalinya Alquran Diturunkan, Ini Pesan Bupati Wajo
Selain itu, hikmah Nuzulul Quran pun dibawakan oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Hilman Latif, yang juga merupakan Direktur
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Ummul Qura Sengkang, Kabupaten Wajo digelar, Selasa (21/5/2019) malam.
Nuzulul Quran adalah malam peringatan turunnya Alquran pertama kali, yaitu pada malam ke 17 Ramadan.
VIDEO Terkini Penampakan Mobil Dibakar di Depan Brimob Petamburan pada Aksi 22 Mei 2019
Ini Profil Kepala Seksi Pengembangan Wawasan Pemuda Selayar
Untuk merayakan momen agung tersebut, Pengurus Hari-hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Wajo pun mengundang Qari Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Agusriadi Bakri untuk membacakan Alquran.
Selain itu, hikmah Nuzulul Quran pun dibawakan oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Hilman Latif, yang juga merupakan Direktur Utama LazisMu.
Pada kesempatan tersebut, Masjid Taqwa Muhammadiyah didapuk menjadi masjid terbersih se-Kota Sengkang.
Bupati Wajo, Amran Mahmud pun berharap, melalui momen peringatan Nuzulul Quran ini, kehidupan masyarakt Wajo pun bisa berpengang teguh pada ajaran Alquran.
"Terlebih di bulan Ramadan ini, kita berharap tidak hanya membaca Alquran, tapi mari mentadabburinya, memahami isinya," katanya.
Salah satu yang dikemukakan Amran Mahmud dalam sambutannya adalah program pemerintahannya, yakti Gerakan Masjid Cantik atau Gemantik.
Menurutnya, dalam program tersebut ada komitmen untuk mencetak penghafal Alquran. Salah satunya adalh bekerjasama dengan Ustaz Adi Hidayat.
"Kita sudah kirim 12 orang untuk jadi penghafal, kelak dia akan jadi trainer di Kabupaten Wajo," katanya.
"Salah satu juga adalah indikator kebersihan masjid, makanya kita tidak umumkan kapan akan dilaksanakan lomba masjid bersih, supaya ada motivasi untuk selalu menjaga kebersihan masjid," katanya.
Sementara, Sekertaris PHBI Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan berharap, melalui peringatan Nuzulul Quran tersebut, nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran mampu termanifestasikan dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Wajo yang dikenal sebagai Kota Santri.
"Diharapkan agar nilai-nilai Alquran dapat termanifestasikan dalam kehidupan masyarakat dan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," katanya. (TribunWajo.com)
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur:
A
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mahmud-dan-wakil-bupati-wajo.jpg)