Pemilu 2019

Dirundung Konflik Jelang Pileg 2019, PKS Justru Jadi Pemenang Kelima di Sulawesi Selatan

Sebelum Pileg 2019, PKS dirundung konflik internal. Efek konflik ini adalah banyak kader PKS tak maccaleg.

Dirundung Konflik Jelang Pileg 2019, PKS Justru Jadi Pemenang Kelima di Sulawesi Selatan
DOK PKS
Kader PKS saat membagi-bagikan telur, permen, dan atribut calon legislator dalam rangka memperingati dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (20/11/2018), di Jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  "Itu adalah hak mereka tak apa-apa kalau mereka gabung ke organisasi itu, jadi santai saja. Itu tidak akan berpengaruh ke (elektoral) PKS."

Itulah pernyataan perdana, Sri Rahmi sebagai Wakil Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah gerbong Anis Matta hengkang dari PKS, Senin (22/10/2018).

Sebelum Pileg 2019, PKS dirundung konflik internal. Efek konflik ini adalah banyak kader PKS tak maccaleg.

Baca: Hasil Real Count Suara Partai di KPU, PDIP No 1, Golkar-Gerindra, PKB Salip Nasdem, PKS Geser PAN

Baca: PKS Raih 8 Kursi, Muzayyin Arif Suara Tertinggi

Baca: PKS Amankan 2 Kursi di DPRD Luwu Utara Periode 2019-2024

Bahkan, caleg di Kabupaten Pinrang tak ada sama sekali.

Tapi, justru konflik ini tak berefek signifikan dengan hasil Pileg 2019. Pernyataan, Sri Rahmi terbukti sehabis pileg.

Secara nasional, PKS mendapatkan suara sebanyak 11.493.663 (8,21 persen).

Suara ini naik dari Pileg 2014 lalu sebanyak 6,79 persen atau 8.480.204 suara.

Bahkan, terjadi kenaikan kursi di DPRD Sulsel dari enam menjadi delapan.

Tak hanya itu, PKS mempunyai suara terbesar kelima. Sehingga, mampu mengamankan kursi pimpinan.

Halaman
123
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved