Empat Anak Dibawah Umur Menikah di Tenda Pengungsian Palu, Ini Penyebabnya

Kebanyakan pelaku korban pernikahan dini ialah, korban bencana di Kabupaten Palu.

Empat Anak Dibawah Umur Menikah di Tenda Pengungsian Palu, Ini Penyebabnya
abdul humul faaiz / tribun timur
Pengungsian Balaro, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pernikahan anak dibawah umur, kian marak di Palu.

Kebanyakan pelaku korban pernikahan dini ialah, korban bencana di Kabupaten Palu.

Pembunuh Bocah di Irigasi Cinnong Bone Ditangkap, Satu Masih Buron

Andre Taulany Kembali ke TV, Nitizen: Welcome Back Stronger! Bagaimana dengan Kasusnya?

Pelaku pernikahan dini menempati selter atau tenda pengungsian, maupun Hunian Sementara (Huntara).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu Irmayanti Pettalolo mengatakan, sudah ada empat kasus pernikahan dini yang dilakukan oleh pengungsi.

"Iya benar. Beberapa hari ini saya cek, ternyata memang ada disalah satu selter melakukan perkawinan anak di bawah umur," ujar Irmayanti Pettalolo, Selasa (21/5/2019).

Empat kasus tersebut melibatkan anak berumur 15 tahun, sampai dengan usia 17 tahun.

"Ini kan masuk pernikahan anak dibawah umur, karena batas usia anak itu di bawah 18 tahun," terangnya.

Kasus ini pun diperkuat setelah DP3A melakukan pengecekan langsung di pos-pos pengungsian dan huntara.

"Beberapa pengelola selter dan tenda-tenda pun, membenarkan adanya perkawinan dini itu," ujar Irmayanti.

Penyebabnya pun beragam, ada akibat pergaulan bebas, ada juga karena faktor ekonomi yang belum stabil hingga saat ini.

Halaman
12
Penulis: abdul humul faaiz
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved