Jadi 'Korban' Pemilu, 2 Warga Maros Meninggal Dunia

Pemenang Pemilu pun bakal diumumkan KPU dalam waktu dekat, tepatnya Rabu, 22 Mei pekan depan.

Jadi 'Korban' Pemilu, 2 Warga Maros Meninggal Dunia
amiruddin/tribuntimur.com
Ketua KPU Maros, Syamsu Rizal 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah digelar Rabu, 17 April lalu.

Pemenang Pemilu pun bakal diumumkan KPU dalam waktu dekat, tepatnya Rabu, 22 Mei pekan depan.

Di balik pelaksanaan Pemilu tersebut, ratusan penyelenggara Pemilu se-Indonesia dilaporkan "tumbang."

Penyelenggara tersebut bertumbangan, umumnya gegara diduga kelelahan menyelenggarakan Pemilu, hingga drop dan meninggal dunia.

TRIBUNWIKI - Mual Usai Jenguk Pendiri Wikileaks Julian Assange, Siapa Sosok Pamela Anderson?

 Kabar Buruk untuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Anak Buahnya Ditangkap Terkait People Power

Di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), ada pula penyelenggara Pemilu yang tumbang.

Ketua KPU Maros, Syamsul Rizal mengatakan ada sejumlah penyelenggara yang jatuh sakit, bahkan sampai meninggal dunia.

"Yang meninggal pasca Pemilu satu orang KPPS, dan seorang PPS yang meninggal sebelum Pemilu," kata Syamsu Rizal, kepada tribun-maros.com, Jumat (17/5/2019) sore.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang meninggal tersebut, diketahui bernama Muh Ikhsan asal Kecamatan Bantimurung.

Sementara anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pasca Pemilu, bernama Isparianto (21).

Almarhum sebelumnya bertugas di TPS 6, Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Maros.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved