Sudah Empat Tahun Dimas Pijat Jamaah Masjid Al Markaz, Segini Rata-rata Pendapatannya Per Hari

Masjid Al Markaz Al Islami Jend. M Jusuf, berada diantara Jl Sunu dan Jl Masjid Raya Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Sudah Empat Tahun Dimas Pijat Jamaah Masjid Al Markaz, Segini Rata-rata Pendapatannya Per Hari
Darul Amri/Tribun Timur
Salah satu tukang pijat di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Andi Dimas Maulana, Kamis (8/5/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Andi Dimas Maulana (15), satu dari diantara sejumlah tukang pijat di masjid Al Markaz Al Islami.

Sudah empat hari, sejak awal Ramadan 1440 Hijriah pada 6 Mei lalu, Dimas sudah tabung ratusan ribu rupiah dari hasil pijat.

Baca: Detik-detik dr Ani Hasibuan Sebut Adian Napitupulu Bodoh Saat Debat 554 Petugas KPPS Meninggal

Baca: Siapakah Lucas Moura, Pemain Cadangan Jadi Kunci Kemenangan Tottenham Hotspurs di Detik-detik Akhir

"Alhamdullah sudah hampir Rp 200 ribu lebih," kata Dimas, disela-sela memijat jamaah di masjid Al Markaz, Kamis (9/4/2019) siang.

Masjid Al Markaz Al Islami Jend. M Jusuf, berada diantara Jl Sunu dan Jl Masjid Raya Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Dimas, remaja asal Jl Kandea lorong 3 ini, sudah empat tahun bekerja sebagai tukang pijat jika sudah masuk bulan Ramadan.

"Sudah empat tahun pijat, itu kalau waktu bulan puasa. Lumayan untuk beli pakaian lebaran, bantu orang tua juga," ujar Dimas.

Salah satu tukang pijat di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Andi Dimas Maulana, Kamis (8/5/2019).
Salah satu tukang pijat di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Andi Dimas Maulana, Kamis (8/5/2019). (Darul Amri/Tribun Timur)

Sehari, Dimas bisa mendapatkan 60 ribu sampai 70 ribu, bahkan pernah dapat 120 ribu. Atau paling lumayan baginya 40 ribu.

"Lumayan itu kalau dapat Rp 40 ribu, artinya masih ada orang yang mau dipijat. Mereka yang saya pijat juga bayar seikhlasnya," lanjutnya.

Mereka yang dipijat, rata-rata membayar 20 ribu, 15 ribu, bahkan 15 ribu. Tapi menurut Dimas tergantung keiklasannya orang itu.

"Ya tergantung orangnya, saya pijat iklas dan pasti butuh makan. Makanya kalau itu saya dikasih iklas juga," tambahnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

1

B

1
B

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved