OPINI
OPINI - Tantangan Pendidikan Nasional
Kemajuan ekonomi sebuah negara tentu tidak terlepas dari kemajuan pendidikannya.
Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah seperti kekayaan bawah laut, tanah subur, keindahan alam dan lain sebagainya.
Kekayaan inilah yang dinilai dapat membantu meningkatkan laju pendidikan nasional Indonesia.
Baca: 18 Mei 2019, IKA MAN 2 Makassar Gelar Milad dan Bukber di Hotel Claro
Beberapa tantangan nyata yang dihadapi Indonesia dalam dunia pendidikan nasionalnya adalah tingkat pergaulan bebas yang masih tinggi.
Hingga tak jarang kita melihat pelajar terjerumus dalam dunia kriminal, seperti tawuran dan kekerasan terhadap teman dan guru demi menunjukkan eksistensinya.
Oleh karena itu, butuh sentuhan lebih terhadap anak dalam menjalani pendidikannya.
Conger berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis sebagai the best of time and the worst of time.
Pendapat tersebut dapat diinterpretasikan bahwa waktu terbaik jika mempunyai tujuan hidup pada usia tersebut perlu dilakukan dengan cara mengedepankan pendidikan, fokus belajar, sehingga waktu tidak terbuang dengan sia-sia demi meraih masa depan yang lebih baik nantinya.
Oleh karena itu, dorongan orang tua dinilai sangat penting dalam hal ini demi menjaga semangat dan motivasinya.
Kontrol orangtua tentu dapat meredam perilaku amoral anak sehingga dia dapat terhindar dari pergaulan bebas.
Baca: Pembinaan Dakwa Pelindo IV Bagikan Takjil Gratis di Sekitar Pelabuhan
Tantangan lain selama ini yang dapat menghambat pendidikan nasional adalah pendidikan yang belum merata.
Hingga masih ada anak putus sekolah yang rela menghabiskan masa anak-anak mereka dengan hidup di jalanan.
Faktor sosial-ekonomi dinilai menjadi pemicu utama sehingga masih ada anak yang belum mampu menikmati bangku sekolah.
Sebagian anak lebih memilih membantu orang tuanya mencari uang sebagai tulang punggung keluarga.
Upaya pemerintah selama ini dalam meningkatkan pendidikan nasional memang sudah ada melalui program wajib belajar 9 tahun.
Namun, program ini belum menjangkau secara umum dan tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana. Hingga, kita masih menjumpai sekolah yang minim fasilitas belajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nurhikmah12.jpg)