Dua Hari, Ada Ziarah Patung Bunda Maria di Soppeng

Ketua Panitia Yohanes Vianey Hariman mengatakan, ziarah Bunda Maria, diadakan selama dua hari mulai 4 - 5 Mei.

Dua Hari, Ada Ziarah Patung Bunda Maria di Soppeng
tribun timur / sudirman
Bupati Soppeng A Kaswadi Razak, menghadiri ziarah bunda maria 

TRIBUNSOPPENG.COM, LALABATA - Ribuan warga dari luar Kabupaten Soppeng, melakukan ziarah Bunda Maria Pieta, di Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Kabupaten Soppeng, Sabtu 4 Mei 2019.

Ziarah Bunda Maria, juga dihadiri oleh Bupati Soppeng A Kaswadi Razak.

Baca: Ramadhan, Ketua MUI Palu Ajak Warga Hibur Korban Bencana

Baca: Kronologi Anggota Polda Ditangkap Propam Kasus Zina, Konfirmasi Lengkap Kabid Humas & Nasib MMM

Ketua Panitia Yohanes Vianey Hariman mengatakan, ziarah Bunda Maria, diadakan selama dua hari mulai 4 - 5 Mei.

Peserta ziarah berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, yang berjumlah kurang lebih 1000 orang.

Bupati Soppeng A Kaswadi Razak, mengucapkan selamat datang di Kabupaten Soppeng kepada Uskup Agung KAMS. Mgr. Jhon Liku Ada' beserta seluruh umat Katolik dari berbagai wilayah Keuskupan Agung Makassar, yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara.

Sungguh merupakan suatu kebahagiaan Pemerintah Kabupaten Soppeng, karena seuluruh umat Katolik wilayah Keuskupan Agung Makassar berkenan hadir di tengah-tengah masyarakat Bumi Latemmamala.

Toleransi umat beragama harus dijaga di Soppeng, sehingga pihaknya menerima para peziarah dengan lapang dada, dan tangan terbuka.

"Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan kepada tamu-tamu yang datang di Soppeng," tambah A Kaswadi.

Sementara Uskup KAMS. Mgr. Jhon Liku Ada' mengatakan, sejak dahulu, Soppeng sangat terkenal dengan toleransi umat beragamanya.

"Kalau saya ditanya apa yg khas dari pusat ziarah di Soppeng, saya pasti jawab bahwa yang khas adalah karena pusat ziarah berada ditengah masyarakat yang mayoritas beragama islam," tambah Jhon Liku.

Walaupun berada ditengah umat muslim, namun ziarah tetap merasa aman, nyaman, dan tenang.

Arabic Chef dari Hotel W Amman Jordan, Mohammed Salameh memperlihatkan keahliannya memasak di hadapan media, Sabtu (4/5/2019)
Arabic Chef dari Hotel W Amman Jordan, Mohammed Salameh memperlihatkan keahliannya memasak di hadapan media, Sabtu (4/5/2019) (tribun timur / sukma)

Inilah yang perlu dipertahankan karena kerukunan dan keterbukaan masyarakat menerima kita semua diacara ziarah.

Penulis: Sudirman
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved