Bupati Sigi Sulteng Janji Beri Bantuan Rumah ke Korban Banjir
"Nantinya dari data yang ada, posisinya sama dengan korban bencana gempa, jadi otomatis mereka dibuatkan hunian sementara," katanya.
Penulis: abdul humul faaiz | Editor: Ansar
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Korban banjir bandang di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang rumahnya tertimbun atau hanyut akan dibangunkan hunian sementara.
Hal itu diungkapkan "Nantinya dari data yang ada, posisinya sama dengan korban bencana gempa, jadi otomatis mereka dibuatkan hunian sementara," katanya., Irwan Lapata, Jumat (3/5/2019).
"Nantinya dari data yang ada, posisinya sama dengan korban bencana gempa, jadi otomatis mereka dibuatkan hunian sementara," katanya.
Baca: Pewarta Foto Palu Salurkan Bantuan ke Korban Banjir
Baca: Korban Banjir Desa Tuva Sigi Butuh Alat Dapur
Sekitar 11 hektare lahan yang telah disiapkan untuk merelokasi warga korban banjir bandang di Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan itu.
Namun belum diketahui dimana lokasi persis untuk menempatkan 696 Kepala Keluarga tersebut.
"Beberapa waktu lalu dilakukan pembahasan mengenai lahan relokasi korban," jelas Irwan.
Namun Irwan berharap pendataan korban bencana banjir bandang ini harus valid by name by adres.
Khususnya penduduk bagi penduduk yang terdampak langsung, yang menyebabkan rumah tak dapat ditempati lagi.
"Data yang ada akan kita infentarisir kemudian diusulkan ke Pemerintah Provinsi, termasuk BNPB," tuturnya.
Saat ini, ratusan KK korban banjir bandang Desa Bangga sudah mengungsi di beberapa desa tetangga.
Diantaranya Desa Balongga, Walatana dan beberapa desa sekitar.
"Ada juga sebagian warga mengungsi di ketinggian dusun 1 dan 2," ungkapnya.
Pantuan Tribunpalu.com, hingga Sabtu (4/5/2019) sore, dua alat berat tengah membuka akses jalan di Desa Namo, Kecamatan Kulawi.
Baca: TRIBUNWIKI: Berikut Harga Menu Makanan dan Minuman di Warunk Publik, Mulai Rp 5.000
Krndaraan roda empat hanya bisa sampai ke titik itu.
Bantuan pun mulai berdatangan di Desa Tuva.
Baik itu sembako maupun pakaian layak pakai.
Untuk diketahui, sebanyak 500 unit rumah tenggelam oleh lumpur di Desa Bangga, Dolo Selatan.
Sementara di Desa Tuva, Gumbasa, 5 unit rumah yang hanyut, 1 unit kantor desa dan 1 unit masjid.
Sementara untuk Desa Omu, sebanyak 6 unit rumah warga mengalami rusak berat, termasuk sarana sekolah yang hancur disapu banjir. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Pantuan Tribunpalu.com, hingha kamis sore, dua alat berat tengah membuka akses jalan serta membersihkan kayu gondongan.
Bantuan pun mulai berdatangan, baik sembako maupun pakaian layak pakai.
Untuk diketahui, sebanyak 7 unit rumah hanyut di Desa Tuva, termasuk kantor desa.
Sementara untuk Desa Omu, sebanyak 6 unit rumah warga mengalami rusak berat, termasuk sarana sekolah yang hancur disapu banjir. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kondisi-satu-hari-pasca-banjir-bandang-di-desa-bangga.jpg)