ANIMASI Nussa dan Rara Bakal Tayang Selama Ramadan di TV,Jadwal dan Orang-orang Dibalik Suksesnya
Dan buat kamu yang suka film animasi, tidak ada salahnya menunggu tayangan animasi karya anak hebat Indonesia Nussa dan Rara.
TRIBUN-TIMUR.COM,- Ramadan semakin dekat. Beberapa hari lagi ummat Islam menjalani bulan suci ramadan.
Sejumlah tayangan religi pun mulau bermunculan. Salah satunya Hafiz Indonesia 2019 yang sudah bisa disaksikan Senin-Sabtu di RCTI.
Baca: Tayang Selama Puasa, Ini yang Baru di Hafiz Indonesia 2019, Ada Peserta Lumpuh Otak Hafal 30 Juz
Dan buat kamu yang suka film animasi, tidak ada salahnya menunggu tayangan animasi karya anak hebat Indonesia Nussa dan Rara.
Tidak ingin kalah dengan serial animasi dari negeri jiran, epiknya peran dan cerita Nussa dan Rara menyita perhatian.
Beberapa series animasi Nussa dan Rara sudah banyak dinikmati di channel Youtube Nussa Official.
Bahkan sudah memiliki 2.9 juta subscriber.
Episode perdana Nussa Official disaksian 2.2 juta penonton dan memiliki 400 Ribu lebih subscriber. Bahkan, menduduki posisi trending 3 di YouTube Indonesia.
Selama Ramadan ini, Animasi produksi rumah animasi The Little Giantz akan tayang setiap hari jelang waktu berbuka puasa di NET TV.
Demikian diinformasikan di Nussa Official kanal youtube.
Kepastian tayang ini juga dikonfirmasi bos NET TV Wishutama di akun instagramnya @wishnutama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
⠀
Yeaaaay.. Alhamdulillah Nussa Masuk TV!!!!!!
Di bulan Ramadhan, Nussa akan menemani sahabat Nusantara di @netmediatama
Setiap hari menjelang berbuka puasa..
⠀
Sampai berjumpa sahabat
Lalu siapa dibalik Animasi keren Indonesia ini?
Animasi Nussa dan Rara di gagas Mario Irwinsyah dengan kolaborasi bersama 4 Stripe Production.
Ia mengawali kariernya di dunia hiburan sejak tahun 1984 dengan film yang berjudul Sebening Kaca, disusul dengan film Di Balik Dinding Kelabu.
Pada masa remajanya Mario, sempat memainkan film Sesaat Dalam Pelukan bersama dengan Sophan Sophiaan, Widyawati, dan Frans Tumbuan. Mario juga sempat memerankan film yang bertajuk Badut-Badut Kota yang diperankan oleh Dede Yusuf dan Sarah Azhari.
Mario berdarah Minangkabau juga mulai merambah dunia musik dengan membuat band yang bernama Sajama Cut dengan mengeluarkan album bertajuk Osaka Journal.
Anak dari sutradara Irwinsyah dan aktris Ida Leman ini kembali aktif mengisi film layar lebar dan televisi pada tahun 2004 dengan memainkan peran di film Foto Kotak dan Jendela bersama Vino G. Bastian dan Christian Sugiono, lalu dengan film My Diary bersama Dinda Kanyadewi.
Dari sisi pengisi suara, tokoh Nussa di dubbing oleh Muzzaki Ramdhan dan karakter Rara diisi oleh Aysha Ocean Fajar.
Muzakki Ramdhan adalah salah satu aktor cilik yang sudah pernah bermain di beberapa film Indonesia, salah satunya ialah film The Returning (2018), sedangkan Aysha Ocean adalah seorang gadis kecil berusia 4 tahun yang lahir di Dubai.
Karakter Nussa digambarkan sebagai seorang anak laki-laki yang berpakaian gamis lengkap dengan kopiah putihnya.
Faktanya, karakter Nussa diciptakan sebagai tokoh penyandang disabilitas. Hal tersebut, tampak pada kaki kiri Nussa yang menggunakan sebuah kaki palsu.
Sedangkan untuk karakter Rara, digambarkan sebagai adik Nussa yang berusia 5 tahun dengan menggunakan gamis dan jilbab serta tampak sangat ceria. Suara dari tokoh Rara ini, juga mengundang rasa gemas dari para penontonnya.
animasi karya anak bangsa ini merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia.
Nussa dan Rara seolah hadir sebagai jawaban dari keresahan para orang tua akan minimnya tayangan edukasi untuk anak-anak. Padatnya nilai-nilai keagamaan yang dibingkis dengan apiknya kualitas tayangan, tentunya membuat anak-anak tertarik untuk menontonnya.
Besar harapan agar animasi karya anak bangsa ini dapat berkembang serta konsisten menyajikan alur cerita yang mendidik untuk anak-anak Indonesia.
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur: