OPINI

OPINI - Lagu Lama Pendidikan Indonesia

Guru menjadi lebih sering bercerita tentang realitas yang seolah-olah statis, selalu bisa diprediksi, dan senang menguraikan topik

OPINI - Lagu Lama Pendidikan Indonesia
tribun timur
Pengajar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar 

Oleh:
Ayu Adriyani Yusuf
Pengajar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar

Akses atas berpengetahuan adalah hak setiap individu. Di Indonesia, hak ini dijamin secara konstitusional.

Pendidikan, menjadi hak individu dan menjadi kewajiban bagi setiap penyelenggara negara sebagai perangkat negara untuk bergerak secara sistemik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu terobosan yang patut diapresiasi dari pemerintah adalah memasilitasi pengiriman buku gratis (Free Cargo Literacy) pada tanggal tertentu ke berbagai rumah baca yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hal ini juga tentu adalah hasil dari gerak kolektif berbagai pihak.

Meski pada akhirnya, melalui Surat Edaran Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0009/G/BS/2019, para donatur buku harus diperhadapkan dengan prosedur non-substantif yang rumit.

Mulai dari pembatasan jenis buku, hingga pada panjangnya rentetan prosedural yang harus dilakukan.

Jika dicermati, surat edaran yang menindaklanjuti Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerjasama antara Kemendikbud dan PT Pos dan perjanjian serta SK Kemendikbud No. 78/P/2019 ini benar-benar hanya melihat perkara pendidikan hanya dari soal akses.

Baca: Guru SMPN 9 Palopo Raih Medali Emas OGN di Jakarta

Relasi dominasi antara para pengambil kebijakan dengan hak genuine masyarakat untuk berpengetahuan dilanggengkan dan diregulasi secara ketat.

Hasilnya, kita bersama-sama kembali ribut soal akses.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved