Berkas Perkara Korupsi Penggelapan Dana Kementerian Rampung, Jaksa Periksa 15 Saksi

Pemeriksaan itu untuk upaya perampungan berkas perkara Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Mandiri, Awaluddin Agung yang menjadi tersangka dalam

Berkas Perkara Korupsi Penggelapan Dana Kementerian Rampung, Jaksa Periksa 15 Saksi
Hasan Basri/Tribun Timur
Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Mandiri, Awaluddin Agung usai menjalani pemeriksaan di Kantor Cabang Kejari Pelabuhan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar memeriksa belasan saksi  kasus dugaan korupsi dana bantuan bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM) Kementerian Koperasi.

Pemeriksaan itu untuk upaya perampungan berkas perkara Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Mandiri, Awaluddin Agung yang menjadi  tersangka dalam kasus tersebut.

"Sudah ada 15 saksi kami telah periksa. Saksi yang diperiksa berasal dari Pengurus koperasi, dinas koperasi dan pihak LPDB," kata  seorang Jaksa Fungsional Cabang Kejari Pelabuhan, Muhit kepada Tribun, Selasa (30/04/2019).

Muhit mengatakan terakhir saksi yang diambil keterangan adalah dari pihak LPDB.

Baca: Dinyatakan Korupsi, 3 PNS di Mamasa Akan Diberhentikan Tidak Terhormat

Baca: Korupsi Dana Hibah Pilwalkot, Sekretaris KPU Makassar Sudah Sepekan Ditahan Polda Sulsel

Tapi tidak menutup kemungkinan memanggil saksi jika keterangan ke 15 saksi belum cukup untuk dilimpahkan ke Pengadilan.

Awaluddin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu karena dana yang diterima tidak disalurkan ke nasabah.

Anggaran malah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca: PMPTSP-Kejari Makassar Jalin Kerja Sama Ciptakan Pelayanan Publik Berkelas Dunia

Total dana yang disalahgunakan tersangka tidak sesuai peruntukannya sebesar Rp 5 miliar. Uang tersebut diduga dipakai untuk beli roko dan mobil

Koperasi yang dibentuk terdakwa juga  ternyata tidak memiliki legalitas dan semestinya tidak layak menerima dana bergulir.

Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 2 dan 3 undangundang tindak pidana  korupsi.

Ancaman hukumanya paling lama 20 tahun penjara. (*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved