Pasca Banjir, Bupati Sigi Minta Warga Hentikan Penebangan Liar
"Di program kami sudah ada penanaman pohon setiap desa itu 5000 pohon tapi belum mencakup semua," jelasnya.
Penulis: abdul humul faaiz | Editor: Hasrul
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Bupati Sigi, Irwan Lapata, meminta warga untuk menghentikan aktivitas penebangan liar di kawasan hutan.
Pasalnya kata dia, dengan melihat bentuk kayu yang dibawa oleh banjir, hampir dipastikan ada aktivitas penebangan di kawasan hutan.
"Saya tidak menuduh, tapi kalau lihat bentuk kayu ini ada akar dan terpotong-potong, pertanyannya ada apa di atas sana," kata Irwan, Senin (29/4/2019).
Kondisi ini sama dengan banjir yang terjadi di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa dan Desa Salua, Kecamatan Kulawi.
Hapir semua banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Sigi membawa kayu gelondongan.
"Saya harap, tolong dihentikan segera," tegasnya.
Kata Irwan, larangan tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi.
Namun sudah menjadi program utama pemerintah.
"Di program kami sudah ada penanaman pohon setiap desa itu 5000 pohon tapi belum mencakup semua," jelasnya.
Irwan sendiri mengakui jika program Sigi Hijau tersebut belum terlaksana secara maksimal.
Namun, pemerintah akan terus berupaya menyosialisasikan program tersebut.
"Karena ini untuk kepentingan kita bersama, sebagai daerah rawan bencana banjir," katanya.
Sehingga dalam program tersebut jelas soal larangan melakukan aksi penebangan liar.
Begitu juga dengan pembangunan rumah dan gedung sekolah.
Kedepannya tidak lagi menggunakan kayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/an-lapata-saat-meninjau-lokasi-banjir-di-d.jpg)