Walubi Sembahyang Bersama di Klenteng Maco, Peringati Kelahiran Sang Dewi

Acara agama ini digelar di Klenteng Maco, Jl Sulawesi, Makassar, Minggu (27/4/2019).

Walubi Sembahyang Bersama di Klenteng Maco, Peringati Kelahiran Sang Dewi
walubi
Umat Buddha sedang melalukan sembahyang memperingati hari kelahiran Dewi Maco yang ke-1059, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) di Klenteng Maco, Jl Sulawesi, Makassar, Minggu (27/4/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Memperingati hari kelahiran Dewi Maco yang ke-1059, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) melakukan sembahyang bersama.

Acara agama ini digelar di Klenteng Maco, Jl Sulawesi, Makassar, Minggu (27/4/2019).

Dalam rilis yang diterima Tribun Timur, Minggu (27/4/2019) acara ini juga dirangkaikan pula dengan pemilihan Locu atau kepala dan tim anggota sembahyang untuk tugas tahun 2019 sampai dengan 2020.

Diketahui perayaan kelahiran Dewi Maco ini telah dimulai pada, Minggu (20/4/2019) dan telah berlangsung seminggu.

Turut dihadiri para pengurus Walubi serta Locu pada periode tahun 2018. Di antaranya Jonny Aliman dan Frans Heming.

Tidak hanya itu, para pengurus dari berbagai klenteng di Makassar turut serta melakukan sembahyang bersama.

Acara ini juga merupakan ajang silatuhrahim antar sesama umat budha yang ada di Makassar untuk mempererat tali persaudaraan bersama.

Untuk diketahui, Dewi Maco adalah salah satu Dewi yang ada dalam agama tradisional Tiongkok.

Dewi Maco paling banyak dipuja dan disembah oleh umat di seantero dunia.

Ia disembah dan dipercayai oleh para  nelayan atau pelaut yang banyak mengandalkan mencari nafkah dari laut sebagai pemberi rezeki.

Dewi Maco berasal dari kota Putian di propinsi Fuzhou.

Dan, hingga saat ini Klenteng utamanya ada di pulau Meizhou.

Klenteng-klenteng yang memuja Dewi Maco rata-rata ada di negara Asia, baik di Taiwan, Kamboja, Vietnam, maupun di Malaysia.

Di Indonesia khususnya di kota-kota dan  di daerah sepanjang pantai Jawa terdapat banyak klenteng Dewi Maco.

Untuk di kota Makassar, Klenteng Dewi Maco telah berusia ratusan tahun.
Laporan Wartawan Tribun Timur Desi Triana Aswan

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved