Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makam Karaeng Pangkajene Memprihatinkan, Ini Kritikan Pemerhati Budaya di Pangkep

Pemerhati budaya Pangkep, M Farid W Makkulau mengritik sejumlah makam karaeng yang memprihatinkan di Jl Ambarala, Kecamatan Pangkajene

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/MUNJIYAH DIRGA GHAZALI
Kondisi makam karaeng-karaeng di Jl Ambarala, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Jumat (26/4/2019) memprihatinkan. (Foto Munji). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Pemerhati budaya Pangkep, M Farid W Makkulau mengritik sejumlah makam karaeng yang memprihatinkan di Jl Ambarala, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Farid Makkulau adalah pemerhati budaya di Pangkep. Dia juga seorang penulis buku-buku bertema kebudayaan dan sejarah di Pangkep.

Beberapa bukunya yang kini banyak menghiasi rak-rak buku sejarah di Makassar seperti Sejarah Kekaraengan di Pangkep, Manusia Bissu, Potret Komunitas Bissi di Pangkep, Sejarah Kerajaan Siang, Sejarah dan Kebudayaan Pangkep serta Seni Tradisional Pangkep dll.

Baca: Hanya Raup 833 Suara, Legislator PDIP Enrekang Pastikan Diri Terdepak Dari Parlemen

Baca: Pemilu 2019 -Begini Suka-duka Petugas Outsourching KPU Selayar, Tidur Hanya 3 Jam

Baca: Diduga Keracunan Kosmetik, Remaja Asal Polewali Mandar Sulbar Meninggal Dunia, Bibirnya Bengkak

Farid mengaku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sama sekali tidak memperhatikan situs sejarah tersebut, akibatnya sejumlah makam karaeng yang pernah berjasa di Kabupaten Pangkep tidak terurus.

"Miris sekali, seharusnya hal ini bisa menjadi perhatian Pemkab, khususnya leading sektor yang menangani kebudayaan daerah," ujarnya kepada TribunPangkep.com, Jumat (26/5/2019) pagi.

Dia menyebut jika saja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memiliki perhatian sudah lama makam-makam tersebut diperbaiki dan dirawat dengan baik.

"Itu sudah lama begitu, sebenarnya kompleks makam Karaeng Pangkajene ini bisa ditetapkan sebagai situs sejarah yang sangat bernilai," ungkapnya.

Farid mengusulkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat agar bisa mendorong pengembangan literasi dan narasi.

"Sangat penting ini untuk pengembangan literasi dan narasi tokoh sejarah. Bisa juga sebagai objek wisata sejarah bagi pelajar di Kabupaten Pangkep atau bahkan diluar kabupaten," katanya.

Dia berharap, kondisi makam ini mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep.

"Harus ada perhatian soal ini, dianggarkan pemeliharaanya dan semoga Pemkab segera mengurusnya sebagai situs sejarah, sehingga menjadi bahan pembelajaran masa kini dan yang akan datang," jelasnya.

Makam tersebut adalah peninggalan sejarah untuk menghormati para karaeng di Pangkep yang telah berjasa membangun Pangkep masa silam.

Di dalam makam, ada 3 makam karaeng yakni Karaeng Pangkajene, Karaeng Balocci dan Karaeng Bungoro.

Kini, nama ketiganya diabadikan menjadi nama kecamatan yang ada di Kabupaten Pangkep.

Makam tersebut, tepat berada di tengah kota Pangkajene dengan hanya berjarak 20 meter dari Rujab Bupati, Rujab Wabup Pangkep, Rujab Ketua DPRD Pangkep dan Rujab Sekda Pangkep.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved