Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pertanian Bukan Sekadarnya, Kuntoro Boga Andri: Keberadaan Petani Sangat Penting

Salah satunya, Menteri Amran menggenjot komoditas pertanian di daerah terluar alias yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Hasrul
HANDOVER
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri di sela-sela kegiatan diskusi terkait arah dan kebijakan pengelolaan, pelayanan informasi publik dan kehumasan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang, Bandung Barat, Kamis (25/4). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Sektor pertanian memiliki peranan yang amat penting bagi kehidupan manusia karena pertanian bak 'napas' bagi setiap manusia. Pasalnya, siapapun sangat membutuhkan hasil pertanian untuk keberlangsungan kehidupan.

"Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia merupakan surga bagi kenakeragaman hayati. Sebagaian besar flora dan fauna dunia ada di negeri ini. Itu pula yang membuat sektor pertanian sangat vital bagi Tanah Air Kita," demikian dikemukan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri di sela-sela kegiatan diskusi terkait arah dan kebijakan pengelolaan, pelayanan informasi publik dan kehumasan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang, Bandung Barat, Kamis (25/4).

Baca: VIDEO: Suasana Lomba Tilawah STQH XXXI Sulsel Kategori Dewasa di Plaza Kolam Makale

Oleh karenanya, pria yang akrab disapa Kuntoro ini menekankan pentingnya keberadaan dan peran vital petani dalam memproduksi bahan pangan.

Bayangkan saja, andai di muka bumi ini, petani jagung, petani padi, petani gandum, nelayan, petani buah, petani sayuran mogok massal atau bahkan tak mau kembali bertani, dapat dipastikan tidak ada pangan yang tersedia.

"Maka dari itu, jangan pernah terbersit sedikitpun di benak kita untuk menyepelekan sektor pertanian," ujarnya.

Peran Ekspor Komoditas Pertanian

Menurut Kuntoro, peran penting sektor pertanian pun tidak hanya sebatas menyediakan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun demikian menjadi sektor utama yang meningkatkan pendapatan suatu negara dari kegiatan ekspor pangan.

Baca: Klinik Parakita Punya Empat Keunggulan, Direktur: Kenyamanan Pasien yang Utama

"Di Filipina, ekspor komoditas pertanian merupakan yang paling besar di antara komoditas lainnya. Sama seperti halnya Indoensia, sebagai negara kepulauan Filipina amat menaruh perhatian penting terhadap hal ini," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Kuntoro, pemerintah Indonesia hingga ini terus masif melakukan ekspor komoditas pertanian. Di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, ekspor pertanian naik tajam sehingga sektor pertanian kembali menjadi sesuatu yang 'seksi'.

Melansir data BPS, ekspor komoditas pertanian hingga saat ini melonjak 26 persen, nilainya Rp 1.700 triliun.

Begitu PDB sektor pertanian naik 47 persen, total akumulasi nilainya Rp 1.375 triliun atau separuh dari APBN.

Baca: Update Perolehan Medali Porkot ke-VII Makassar, Rappocini Mulai Dekati Tallo

Demikian pun selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, inflasi bahan pangan dulu 2013 terburuk di dunia.

Namun demikian, setelah berjalan 4 tahun, Indonesia mampu menekan inflasi dari 10,57 persen di tahun 2014 menjadi 1,26 persen di tahun 2017.

"Dari capaian ini, ada banyak negara yang dilampaui Indonesia, yaitu Jepang, Belanda, Kanada, Jerman, dan total ada 12 negara yang kita lampaui, sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui," ungkap Kuntoro.

Berangkat dari ini, Kuntoro menegaskan patut diapresiasi kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved