Dubes dan Perwakilan Organisasi Internasional Apresiasi Museum Pertanian
Museum Pertanian serta gedung perpustakaan yang baru saja diresmikan Kementerian Pertanian (Kementan) di kawasan Bogor
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Munawwarah Ahmad
Kata dia, pendirian museum ini merupakan pencapaian besar untuk sektor pertanian Indonesia, terutama dalam mendukung pelestarian dan pemanfaatan pengetahuan pertanian.
"Secara khusus, saya menyampaikan ketertarikannya untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor pertanian," kata Rudgard saat melihat langsung medali penghargaan FAO swasembada beras Indoensia tahun 1984.
Direktur wilayah Indonesia dari International Fund for Agricultural Development Mr. Ron Hartmann, mengapresiasi pembangunan museum ini karena membuka pandangan negara lain terhadap kemajuan pertanian Indonesia.
"Ketika saya datang, saya menangkap impresi yang luar biasa atas gagasan pendirian museum ini. Secara khusus, saya terkesima dengan Galeri Pertanian Masa Depan yang terletak di ged. C lt. 3. Area ini menjadi bagian terfavorit saya karena banyak inovasi dan teknologi," katanya.
Hartmann menambahkan, keberadaan museum ini memiliki peran penting dalam memajukan sektor pertanian melalui tangan-tangan anak muda.
Terlebih, bentuk arsitektur museum sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.
Sementara itu, Perwakilan United States Agency for International Development (USAID), Mr. Chris Rittgers mengaku sangat terkesan dengan tata letak dan pencahayaan seluruh ruangan museum.
"Tapi saya memberi masukan agar setiap foto di dalam museum dapat diberi informasi terkait tanggal pengambilan foto," katanya.
Di tempat yang sama, Perwakilan Kantor TETO negara Taiwan mengaku terkesan dengan display seragam dan topi bertuliskan BEKERJA, yang merupakan kepanjangan dari Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera.
"Saya juga suka dengan kalimat tatar yang terpampang seperti #Seoenuhhati yang sangat menginspirasi. Ia menilai negaranya harus mengadopsi museum ini untuk mengingat peran penting sektor pertanian," katanya.
Selain itu, juga perwakilan NZ Embassy, Mr. Jack Lee memberi apresiasi terhadap pembangunan museum pertanian. Menurut dia, secara keseluruhan museum ini sudah sangat bagus, terlebih pada Isi Galeri Future Farming yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan.
"Saya terus terang akan sangat terbantu jika terdapat informasi dalam bahasa Inggris untuk setiap area," katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan pentingnya kesadaran semua pihak untuk peduli terhadap masa depan sektor pertanian Indonesia.
Apalagi, pendirian museum ini juga bertepatan dengan peringatan hari bumi sedunia yang jatuh pada hari ini, 22 April 2019.
"Bahwa sejalan dengan spirit peringatan hari bumi, sektor pertanian juga harus ikut berkontribusi terhadap pemecahan masalah lingkungan, pemanasan global dan penyediaan pangan terhadap umat manusia," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/museum-pertanian-serta-gedung-perpustakaan-yang-baru-saja-diresmika.jpg)