Nurdin Abdullah Janji Kucurkan Rp 80 M untuk Proyek Jalan di Lutim

Proyek ini dianggap strategis untuk menghubungkan Malili sebagai ibu kota Lutim dengan pusat produksi merica di daerah tersebut.

Nurdin Abdullah Janji Kucurkan Rp 80 M untuk Proyek Jalan di Lutim
Pemprov Sulsel
Bupati Lutim Thorig Husler dan rombongan saat menemui Nurdin Abdullah di Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (22/4/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) segera membangun jalan sepanjang 45 kilometer dari Malili ke Bantilang di Kabupaten Luwu Timur (Lutim).

Untuk proyek ini, NA akan mengucurkan dana Rp 80 miliar.

Proyek ini dianggap strategis untuk menghubungkan Malili sebagai ibu kota Lutim dengan pusat produksi merica di daerah tersebut.

Janji NA itu disampaikan saat menerima kunjungan Bupati Luwu Timur Ir M Thorig Husler dan rombongan, Senin (22/4/2019).

Bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sulsel.

“Jalan Malili ke Bantilang penting untuk membuka kantong ekononi di daerah seberang Danau Towuti,” kata mantan Bupati Bantaeng dua periode ini melalui rilisnya ke tribun-timur.com beberapa menit lalu. 

Hari Bumi, Kualitas Air di Sulsel Masih Rendah

Diduga Bagi-bagi Uang, Oknum Caleg PBB di Wajo Dilapor ke Bawaslu Wajo

Pengerjaan jalan dari Malili ke Bantilang ini sebagai bentuk realisasi janji NA kepada masyarakat Bantilang saat kampanye calon gubernur pada 2018 lalu.

Waktu berkunjung ke Bantilang, Nurdin menemukan potensi ekonomi di seberang Danau Tuwoti namun masyarakat di sana kesulitan akses ke pasar.

Masyarakat Bantilang menjelaskan bahwa selama ini mereka kalau mau ke Malili menggunakan perahu kecil atau katinting dengan muatan terbatas.

“Kalau jalan ini selesai, Bantilang akan maju pesat,” kata NA.

Bantilang adalah satu dari lima desa yang menjadi lumbung penghasil merica terbesar di Kecamatan Towuti, Lutim.

Lokasi kebun merica di Desa Bantilang berada di daerah perbukitan Gunung Masokkoran dan Batu Putih Danau Towuti.

Ada lima desa di Kecamatan Towuti menjadi lumbung penghasil merica terbesar di Luwu Timur yaitu Desa Bantilang, Masiku, Tokalimbo, Ranteangin, dan Loeha.

Ketua RW di Kecamatan Panakkukang Makassar Dilaporkan Mencoblos 2 Kali

BREAKING NEWS: Orang Gila Parangi Warga di Pitumpanua Wajo, Dua Tewas

Menuju lima desa ini, warga harus menyeberang menggunakan kapal motor jenis rap dari Dermaga Desa Timampu, Kecamatan Towuti, menuju Dermaga Desa Bantilang.

Waktu tempuh selama 1,5 jam.

Lima desa ini mampu menyerap tenaga kerja setiap tahun dari luar Sulawesi Selatan.

Di antaranya warga dari Kendari, Kupang, hingga Palu.

Di perkebunan merica ini, pekerja digaji Rp 70.000 per hari untuk memetik merica saat panen.

Khusus di Desa Bantilang, sekitar 400-an kepala keluarga yang memiliki kebun merica.

Beberapa kepala keluarga di antaranya bisa mempekerjakan 30 sampai 40 orang untuk memetik merica saat panen.

Selain itu, para mahasiswa dari lima desa ini sebagian kecil hanya diberikan karung berisi merica ketika akan berangkat kuliah di Kota Palopo atau Makassar. (*)

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved