Ini Penyebab dan Kronologi Perkelahian Berdarah Dua Saudara Kandung di Jl Satangnga Makassar
Perkelahian yang membuat geger warga Jl Satangnga, Kota Makassar, provinsi Sulsel, Sabtu malam itu, rupanya didasari ketersinggungan.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Motif perkelahian saudara kandung yang melibatkan sang kaka Zainuddin (46) dan adiknya Yunus (34) terkuak.
Perkelahian yang membuat geger warga Jl Satangnga, Kota Makassar, provinsi Sulsel, Sabtu malam itu, rupanya didasari ketersinggungan.
Zainuddin tersinggung oleh ucapan adiknya Yunus yang menegur orang yang lalu lalang di depan rumahnya.
"Ceritanya ini, Yunus tegur orang yang ribut-ribut di depan rumahnya. Tapi tidak tahu kenapa saudaranya yang di atas rumah (Zainuddin) itu tersinggung, disitulah keduanya bersitegang," kata Panit II Resmob Polsek Wajo, Ipda Hamka dikonfirmasi tribun, Minggu (14/4/2019).
Ketegangan keduanya yang tersulut emosi, pun berlanjut perkelahian menggunakan senjata tajam.
Yusuf meneteng sebilah parang yang terhunus. Sementara, sang kaka Zainuddin meneteng sebilah badik.
"Keduanya yang sama-sama emosi berjanjian untuk duel di bawah (pekarangan rumah). Tapi ini Yunus lansung naik ke loteng (lantai dua) rumah Zainuddin bawa parang, disitulah terjadi perkelahian," ujar Ipda Hamka yang mendatangi lansung TKP.
Akibatnya, kepala Zainuddin mengalami luka terbuka akibat sabetan parang sang adik. Sementara, Yunus menderita luka tikaman pada dada kirinya akibat tusukan badik Zainuddin.
Keduanya pun dilarikan ke rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan.
Zainuddin dilarikan ke RS Bhayangkara, sedang Yunus dilarikan ke RS Akademis Jaury Makassar.
Namun, dari pengecekan di TKP, Ipda Hamka menemukan fakta dari keterangan beberapa saksi yang ditemui.
Keduanya tersulut emosi hingga nekat melakukan perkelahian berdara lantaran pengaruh minuman keras (mabuk).
"Keduanya dalam kondisi mabuk. Tidak tahu apakah keduanya sama-sama minum, tapi keterangan saksi keduanya sama-sama dalam kondisi mabuk," ungkap Hamka.
Meski mengalami pendarahan akibat luka yang diderita, nyawa keduanya masih terselamatkan.
"Kalau ini Yunus sudah agak baikan karena luka tikamannya tidak sampaiji kena jantung. Ini ji yang kakak (Zainuddin) agak parah kata keluarganya karena kena sampai ke otak dan memang tajam itu parangnya (Yusuf) saya lihat," terang Hamka.
Zainuddin merupakan anak ketiga dan Yusuf merupakan anak ke enam dari tujuh bersaudara.
Keduanya pun masing-masing telah berkeluarga dan sama-sama mencari hidup di kawasan pasar Sentral Makassar.
Saudara Zainuddin dan Yusuf, Muh Tahir (40) yang ditemui di RS Bahayangkara, Sabtu malam, mengaku tidak mengetahui persis penyebab kaka dan adiknya bertikai.
"Tidak tahu masalahnya apa, saya sudah tidur habis pulang kerja, warga teriak-teriak bilang berkelahi. Setelah saya lihat, ternyata adik saya dan kakak saya," kata Muh Tahir.
Muh Tahir juga mengungkapkan, keduanya tidak pernah berselisih paham atau terlibat cekcok sebelumnya.
"Sebelumnya tidak pernahji cekcok, tidak tahumi kalau yang lalu-lalu karena saya sudah tidak satu rumah," ujarnya
Zainuddin dan Yunus tinggal satu rumah, hanya dipisahkan dinding. Sementara, Muh Tahir tinggal tidak jauh dari rumah keduanya.(tribun-timur.com)
Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nusadin2.jpg)