VIDEO: Orang Gila Bisa Nyoblos, Begini Penjelasan Humas RSKD Dadi Makassar

Humas RSKD Dadi Makassar, Yunus Paraya mengatakan sebanyak 492 pasien ODGJ yang dirawat di rumah sakit tersebut

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 492 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar belum mendapatkan undangan untuk memilih (Formulir C-6) pada Pilpres dan Pileg mendatang.

Padahal, pemilu tersisa lima hari lagi, tepatnya pada Rabu, 17 April 2019.

Humas RSKD Dadi Makassar, Yunus Paraya mengatakan sebanyak 492 pasien ODGJ yang dirawat di rumah sakit tersebut, berhak menyalurkan hak politiknya pada pemilu mendatang.

Namun kata dia, pasien yang akan menggunakan hak pilihnya perlu mendapat rekomendasi dari pihak rumah sakit yang beralamat di Jl Lanto Dg Passewang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar itu.

"Rerata yang dirawat di sini sudah berumur 17 tahun ke atas, artinya mereka sudah mempunyai hak pilih. Tetapi untuk memilih, harus ada rekomendasi rumah sakit dan jaminan dari pihak keluarganya, yang siap menjamin keamanan pasien saat memilih," kata Yunus Paraya, saat ditemui tribun-timur.com, Jumat (12/4/2019) sore.

Ditambahkan Yunus, ODGJ yang bisa memilih hanya yang masuk dalam kategori rawat jalan.

"Kalau masih diopname tentu belum bisa memilih, karena kita khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi jumlah perawat di sini juga terbatas," ujarnya.

Simak videonya.

Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved