Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Bu Rini Jadi Trending Topic di Twitter, Ternyata Ini Sosoknya

Rini mendalami studi ekonomi di Wellesley College, Masschusetts, Amerika Serikat pada tahun 1981.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
fadli/tribuntimur.com
Menteri BUMN Rini Soemarno melepas ekspor produk perikanan milik Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) di Terminal Peti Kemas Pelindo IV, Jl Nusantara Makassar, Jumat (5/10/2018). 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Topic tentang Bu Rini sedang menjadi trending saat ini di Twitter Indonesia, Jumat (12/4/2019).

Para pemilik akun twitter memberikan pujian atas pencapaian Bu Rini tersebut.

Lantas siapa kah Bu Rini?

Ternyata Bu Rini yang dimaksud adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.

Ya, bertepatan dengan hari jadi BUMN ke-21, BUMN menggelar syukuran di Marina Convention Center.

Acara syukuran tersebut menghadirkan Rini Soemarno sekaligus membuka acara.

Tidak hanya itu, Rini juga diberi penghargaan dari MURI untuk nasi kuning terbanyak 5821 porsi, replika nasi kuning terbesar (6x6 dan tinggi 4.13 meter), dan penggunaan transaksi dengan QR.

Banyak yang memberikan ucapan selamat atas capaian kinerja Rini, yang dianggap dapat membuahkan banyak hasil untuk bangsa.

Seperti tulisan salah satu akun twitter @feryaarifian

"Peran Bu Rini selama menjabat sebagai Menteri BUMN kurang lebih 4,5 tahun benar-benar dirasakan hasilnya sekarang. Sinergitas BUMN dan Kementrian BUMN membuah banyak hasil dan karya positif bagi bangsa. #13AprilHUTBUMN #BUMNHadirUntukNegeri" tulisnya.

Ada juga yang merasa tidak lengkap jika tidak selfie bersama Bu Rini.

"Setelah pemotongan tumpeng, Menteri Rini langsung diajak selfie oleh peserta. Kapan lagi ya kan..mumpung ketemu langsung, apalagi Bu Rini welcome banget. #13AprilHUTBUMN #BUMNHadirUntukNegeri" tutur pemilik akun @tuty_utut.

Berikut profil Bu Rini yang trending

Dilansir dari wikipedia, Rini Mariani Soemarno atau biasa dikenal Rini Soemarno, adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 oleh Presiden Jokowi sejak 26 Oktober 2014.

Sarjana Ekonomi lulusan 1981 dari Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat ini adalah termasuk salah seorang menteri yang diangkat dari kalangan profesional.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong tahun 2001 hingga tahun 2004.

Masa kecil

Pada masa kecilnya, Rini pernah berpindah Amerika Serikat, Jakarta, dan Belanda karena tugas ayahnya.

Rini mendalami studi ekonomi di Wellesley College, Masschusetts, Amerika Serikat pada tahun 1981.

Setelah lulus, Rini sempat magang di Departemen Keuangan Amerika Serikat dan memulai kariernya dengan bekerja di Citibank Jakarta pada tahun 1982.

Ayahnya, Soemarno, merupakan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Kabinet Kerja III periode 1960-1962.

Pada tahun 1962-1963, Soemarno masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dan juga Menteri Urusan Bank Sentral Kabinet Kerja IV.

Kemudian mulai 1964-1966, Soemarno menjabat sebagai Menteri Koordinator Kompartimen Keuangan di empat kabinet yang berbeda.

Alasan ditunjuknya sebagai Gubernur Bank Indonesia ialah karena Soemarno pernah menjabat sebagai Eksekutif Direktur Bank Internasional untuk Rekontruksi dan Pembangunan di Washington mulai 1 November 1958 hingga Oktober 1960.

Karier

Tahun 1982, setelah mendapat kesempatan bekerja magang di Departemen Keuangan AS, Rini memutuskan kembali ke Indonesia.

Rini bekerja di Citibank Jakarta. Kariernya terus melesat hingga menggapai kursi Vice President yang menangani Divisi Coorporate Banking, Marketing and Trainning.

Sukses di Citibank tak membuat Rini lantas berpangku tangan malah menginginkan tantangan yang lebih besar.

Karena itu, pada 1989 ia kemudian memilih pindah ke PT Astra Internasional untuk dapat terus mengembangkan dirinya.

Dengan filosofi ingin berkarya sebaik mungkin, Rini terus mendaki tangga sukses.

Tahun 1990 kariernya di Astra Internasional berbintang terang.

Tahun itu ia dipercaya William Soeryadjaya, komisaris perusahaan itu, menduduki kursi Direktur Keuangan Astra Internasional sampai 1998.

Awal 1998, Rini ditarik ke jajaran birokrasi.

Ia dipilih Menteri Keuangan saat itu, Fuad Bawazier, untuk membantunya menjadi asisten bidang Hubungan ekonomi Keuangan Internasional.

Pada tahun yang sama, tepatnya bulan April, pemerintah juga mengangkatnya menjadi Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Dua jabatan itu hanya dijalani Rini dalam hitungan bulan. Ada banyak faktor eksternal yang membuat dirinya tidak bisa berkarya secara maksimal di sana.

Rini mengundurkan diri dari dua jabatan tadi dan kembali ke Astra Internasional.

Rini kembali ke Astra saat perusahaan itu mengalami badai krisis ekonomi hampir membuat karam. Kerugian induk perusahaan otomotif terbesar di Indonesia itu pada semester pertama 1998 mencapai Rp 7,36 trilliun.

Ketika itu, jika berkaca pada laporan Presiden Direktur Astra dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSBL) 8 Februari 1998, boleh dibilang perusahaan itu sudah bangkrut.

Sahamnya sendiri di Bursa Efek Jakarta hanya bernilai Rp 225,- per lembar saham pada September 1998.

Bandingkan dengan saat go public menjelang akhir 80-an yang mencapai belasan ribu rupiah.

Beberapa langkah segera Rini ambil, seperti program efisiensi usaha melalui pemotongan gaji jajaran eksekutif, penutupan jaringan distribusi yang kurang strategis, serta pengurangan 20 persen karyawan dari 100 ribu karyawan Astra saat itu.

Selain itu, Rini juga mengajak karyawan menjadi bagian dari pemegang saham Astra sehingga kepentingan pemegang saham, perusahaan dan karyawan bisa selaras.

Langkah lainnya adalah merestrukturisasi utang Astra Internasional yang mencapai US$ 1 milliar dan Rp 1 trilliun.

Akibat langkah-langkah itu, keuntungan Astra untuk seluruh tahun 1999 mencapai Rp 800 milliar dari kerugian mencapai Rp 1,976 trilliun tahun 1998.

Namun, kerja keras dan prestasi Rini itu berbenturan dengan pemegang kebijakan.

Kapal yang dinahkodainya dinilai Cacuk Sudaryanto, kepala BPPN yang baru, sebagai tidak kooperatif.

Ini berkait dengan rencana BPPN melepas saham Astra yang dipegang pemerintah.

Rini dinilai tidak memuluskan pelepasan saham itu karena tidak suka pada investor yang dipilih BPPN.

Rini sempat berang dengan tudingan itu dan mengirim surat kepada Presiden Abdurrahman Wahid.

Isinya membantah apa yang diungkapkan Cacuk. Buntutnya terjadi silang pendapat soal rencana penjualan saham Astra dan penggantian dirinya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 8 Februari 2000, dua tahun setelah ia dipilih dalam ajang yang sama, Rini harus merelakan kursi Presiden Direktur Astra Internasional kepada Theodore Permadi Rachmat.

Mantan atasannya ketika ia masih menjabat sebagai direktur keuangan perusahaan itu.

Lepas dari Astra tak berarti Rini habis. Rini masuk ke perusahaan multimedia Agrakom yang dikenal sebagai pemilik situs Detikcom sebagai komisaris.

Politik

Rini Soemarno merupakan menteri yang bukan berasal dari partai, namun kedekatannya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, membuat dia sering dikaitkan dengan partai berlambang kepala banteng itu.

Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo pun membantah bahwa Rini adalah anggota atau kader partai.

Menurut Tjahjo, Rini sudah dekat jauh sebelum menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian era Megawati Soekarnoputri.

Rini pun membenarkan perihal kedekatannya dengan Megawati. Rini menceritakan sejarah kedekatan ayahnya dengan Presiden Soekarno, ayah Megawati.

Dia mengatakan kakak tertuanya seumuran dan bersahabat dengan Guntur Soekarnoputera (kakak Megawati).

Kakak perempuannya satu sekolah dengan Sukmawati Soekarnoputri (adik Megawati).

Namun secara pribadi, Rini mengaku tak banyak berinteraksi dengan mereka karena umur jauh berbeda.

Setelah menjadi menteri, Rini baru intens berinteraksi dengan Megawati.

Rini membantah kedekatannya dengan Megawati membuat dia terpilih menjadi Kepala Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK.

Data diri:
Nama: Rini Soemarno
Lahir:Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958
Kebangsaan: Indonesia
Pasangan: Didik Soewandi (cerai)
Hubungan: Ongki P. Soemarno (adik)
Anak: Yoga Nanta Suwandi
Yhodananta
Nindia
Orang tua: Soemarno
Profesi: Pengamat ekonomi
Komisaris aora
Direktur Astra International

Pendidikan: Fakultas Ekonomi, Wellesly College Massachusetts, USA (1981)

Karir:
Presiden Komisaris PT Semesta Citra Motorindo, Jakarta
Pengurus Pinjaman Bank Dunia untuk Negara-negara Asia Afrika, Departemen Keuangan Amerika Serikat, USA (1979-1980)
Trainee Departemen Keuangan USA, Office of Multilateral Development Bank, USA (1981-1982)
Trainee Citibank N.A, Jakarta (1982)
Asisten Manager Citibank N.A, Jakarta (1982-1983)
Manager Citibank N.A, Jakarta (1984-1988)
Asisten Vice President Citibank N.A, Jakarta (1986-1988)
Vice President Citibank N.A, Jakarta (1988-1989)
Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Jakarta (1998)
GM Finance Division PT Astra International, Jakarta (1989)
Direktur Keuangan PT Astra International, Jakarta (1990)
Direktur Utama PT Astra International, Jakarta (1998-2000)
Komisaris PT Agrakom – Bidang Bisnis Internet, Jakarta (2000)
Presiden Direktur PT Semesta Citra Motorindo (2000-2001)
Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia (2005)
Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Jakarta (1998)
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara 2014-2019

Penghargaan:
Pemimpin Puncak Terpuji 1995 dari Majalah Swa Sembada (1995)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
Live
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved