Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres 2019

Hadiri Acara Prabowo, Apa yang Dicari Jenderal Gatot Nurmantyo dan Dahlan Iskan? Simak Penjelasannya

Hadiri Acara Prabowo, Apa yang Dicari Jenderal Gatot Nurmantyo dan Dahlan Iskan? Simak Penjelasannya

Editor: Mansur AM
HO
Gatot Nurmantyo dan Prabowo Subianto. 

‎"Saya tidak tanya mereka berasal darimana, dari partai mana, ada yang tidak punya partai, ada yang profesional, ada yang bisa pakai dasi,tidak bisa pakai dasi, ada anak-anak muda," katanya.

Prabowo mengatakan mereka bergabung bukan karena diundang, melainkan datang dengan sendirinya.

"Delapan bulan, mereka berjuang, mereka tahu di sini paket hemat," katanya.

Menurut Prabowo nama-nama itulah yang akan membantunya nanti di pemerintahan bila menang dalam Pemilu.

Nama-nama tersebut diumumkan sehingga masyarakat bisa tahu, gambaran pemerintahan nanti.

‎"Tadi bagian penting, walaupun lama. Kita tidak beli kucing dlaam karung. Bila mendapat amanah‎, Inilah orang orang yang akan membantu saya," ujarnya.

Dukungan Dahlan Iskan

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memperkenalkan sejumlah orang yang akan membantunya dalam pemerintahan, bila menang dalam Pilpres 2019.

Dari deretan nama yang disebutkan oleh Prabowo tersebut, beberapa diantaranya merupakan nama baru yang selama ini tidak pernah muncul.

Satu diantaranya yakni Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Dahlan dan sejumlah nama lainnya diperkenalkan pembawa acara sebelum acara berlangsung.

Tidak hanya itu, setelah acara dibuka, mantan Dirut PLN itu didapuk memberikan sambutan sebelum Prabowo menyampaikan pidato kebangsaanya.

Dalam pidatonya Dahlan menyatakan mendukung Prabowo dalam Pemilu 2019.

"Karena itu hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada pak Prabowo bukan karena mempertimbangkan nasib saya selama lima tahun terakhir," kata Dahlan.

Ia mengatakan memiliki berbagai pertimbangan kenapa menjatuhkan pilihan kepada Prabowo-Sandiaga.

Salah satunya yakni pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi.

"Kenapa karena lima tahun yang lalu pun pendapatan per kapita rakyat indonesia sudah mencapai 5 ribu USD per tahun. Jadi wajar kalau saya berharap lima tahun kemudian menjadi 7 ribu dan lima tahun kemudian menjadi 9 ribu. Kalau itu terwujud maka indonesia akan menjadi negara besar, tapi itu tidak terlaksana." katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved